oleh

Geber Mas Serentak di 50 Ribu Masjid dan Musala untuk Rumah Ibadah Bersih-Nyaman

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Kementerian Agama meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 secara nasional. Acara yang berlangsung secara hybrid, daring dan luring, ini dipusatkan dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta.

Geber Mas melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia. Gerakan ini bukan sekadar kerja bakti massal, melainkan upaya membangun kesadaran ekologis melalui rumah ibadah.

Kick off Geber Mas dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim. Secara daring, giat ini diikuti jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, penyuluh agama, penghulu, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Menag dalam arahannya menempatkan kebersihan rumah ibadah dalam perspektif yang lebih luas. Dirinya menyebutkan bahwa masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan.

“Karena itu, merawat kebersihan masjid sejatinya merupakan upaya menjaga kehormatan rumah ibadah, sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat. Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?” ujarnya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Nasaruddin Umar menjelaskan konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.

Kementerian Agama mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

Menurutnya, budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat shalat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jamaah.

“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya,” pesannya.

Lebih jauh, Menag mengaitkan Gebermas dengan agenda besar Kementerian Agama dalam membangun rumah ibadah yang berdampak bagi masyarakat. Masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

Menag menyimpulkan paradigma lama yang menempatkan umat sebagai pihak yang selalu memberdayakan masjid perlu diubah. “Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat, budaya umat, dan peradaban umat. Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, ke depan masjid yang memberdayakan umat,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Asep Saefulloh, S.Ag., dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Drs. H. Dadang Ahmad Jawahir, M.Ag., dan DKM Masjid Besar Banjaran saat mensosialisasikan program Gerakan Bersih-Bersih Masjid.

Setelah mengikuti sosialisasi Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Drs. H. Dadang Ahmad Jawahir, M.Ag., menyampaikan bahwa program tersebut dalam rangka memperingati HUT ke 81 RI.

“Kegiatan hari ini berlangsung dengan pemberian bingkisan dari lembaga zakat infak dan sedekah untuk para pihak yang berupaya istiqomah memakmurkan masjid di wilayahnya dan pembagian alat kebersihan masjid,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *