Penulis: Dwi Arifin ( Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Katapang, Kabupaten Bandung)
Perpustakaan sebagai sumber ilmu melalui ragam bahan bacaannya. Namun kadang jumlah koleksi media cetak (Koran, Majalah atau Tabloid) jumlahnya sangat sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah buku yang ada di Perpustakaan. Padahal media cetak jenis tersebut, sering dijadikan referensi tambahan oleh para publik bacanya.
Sehingga ada donatur yang peduli dengan kondisi tersebut, berupaya sedekah (koran, majalah atau tabloid) untuk perpustakaan. Hal itu diungkapkan oleh pedagang khusus majalah yang rutin berjualan di Cikapundung dan memiliki pelanggan yang memintanya secara rutin mengirimkan ke Perpustakaan yang ada di pusat Kota Bandung.
Kita sering sedekah uang, sedekah makanan, sedekah pakaian. Tapi pernahkah kita sedekah majalah, koran atau tabloid?
Jika kita sedekah majalah berbahasa daerah, secara tidak langsung sudah berkontribusi untuk melestarikan bahasa daerah di masyarakat. Jika kita bersedekah media cetak berbahasa Inggris, secara tidak langsung telah berperan untuk menambah sumber pembelajaran berbahasa asing bagi para pembacanya. Sedangkan jika bersedekah majalah yang diterbitkan oleh ormas islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam atau Hidayatulloh. Maka secara tidak langsung kita menjadi bagian yang mendukung dakwah islam melalui karya tulis atau berupaya ikut serta melayani kebutuhan umat terhadap ilmu agamanya.
“Perpustakaan yang telah lama berfungsi melawan atau mencegah kebodohan, dapat lebih optimal dengan adanya sedekah media cetak (koran, majalah dan tabloid)”
Hal itu juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya: “Ilmu yang bermanfaat” adalah amal yang tidak putus pahalanya.
Media cetak yang sering kita baca, mungkin sudah usang, tapi bagi mereka yang berkunjung ke perpustakaan adalah wawasan baru atau media cetak yang sering kita baca itu menjadi bahan bacaan yang dirindukan oleh mereka yang tidak memiliki kecukupan uang untuk membelinya.
“Jangan biarkan ilmu yang telah terarsipkan melalui media cetak, berhenti di rak rumah kita. Mari sedekahkan, karena sedekah terbaik adalah yang memberi manfaat paling lama atau luas”









Komentar