Penulis: Dwi Arifin ( Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Katapang, Kabupaten Bandung)
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai forum permusyawaratan tertinggi di dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Acara ini diadakan setiap lima tahun sekali untuk menilai kerja pengurus, membuat rencana program baru, serta memilih Rais ‘Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pada tahun 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan bahwa Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026).
Menjelang Muktamar ke-35 NU tersebut, jamaah hingga jam’iyah atau kelompok masyarakat lainnya, berupaya mencari sumber informasi yang terverifikasi dan lengkap tentang pra hingga puncaknya kegiatan yang berlangsung.
Sumber informasi dapat diperoleh melalui media televisi, radio, koran, tabloid hingga media online atau datang langsung ke lokasi. Namun informasi yang cenderung lengkap dapat peroleh dengan membaca media cetak Majalah Risalah NU.
Mungkin jika mencari informasi dengan membaca media online, cenderung mudah lelah hingga kurang fokus. Karena fokusan mata terhadap layar monitor komputer atau layar Handphone, tidak lebih baik dari pada membaca dengan sumber media cetak.
Selain itu, jika mencari sumber informasi dengan menyimak televisi atau media publikasi lainnya. Tidak seutuhnya terangkum sebab keterbatasan ruang publikasi. Berbeda dengan membaca Majalah Risalah NU, pihak redaksi yang menjadi garda terdepan menyerap informasi dan memverifikasi agar memudah dipahami oleh lapisan pembacanya atau menampilkan bahan bacaan terbaik untuk publik bacanya.
Majalah Risalah NU sebagai media massa yang resmi, berbentuk majalah cetak dan digital. Diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di bawah koordinasi lembaga informasi dan komunikasi Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Telah terbukti puluhan tahun menjadi wadah komunikasi resmi antara pengurus dan warga Nahdliyin. Mempublikasikan artikel keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, kebijakan organisasi, fatwa ulama, serta laporan kegiatan PBNU. Serta menyajikan rubrik tematik khusus, setiap edisi seperti isu pendidikan, pesantren, sosial, kebangsaan, dan sejarah perjuangan NU.
Dengan membaca majalah menjadi pilihan momen yang fleksibel, menumbukan suasana yang rileks dan penuh kefokusan. Maka melalui membaca majalah Risalah NU tersebut, sangat tepat sebagai bagian dari ikhtiar menyambungkan sanad keilmuan dan keorganisasian atau hal lain yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama.











Komentar