oleh

Berupaya Mengembangkan Profesi, Risa Marisa, M.Pd., Kepala SMPN 61 Bandung Belajar ke China

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Sebagai upaya mengembangkan profesi guru yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah. Risa Marisa, M.Pd., Kepala SMPN 61 Kota Bandung bersama Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat mengkunjungi pusat pembelajaran yang ada di China.

Kunjungan ke China dilaksanakan melalui program The Application of Digital Technology in  Teaching and Learning (Digital  Education and Multimedia Platform in Cohesive Teaching), yang merupakan program kerja sama antara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendelegasikan 52 peserta dari perwakilan guru, widyaiswara, kepala sekolah, dan pengawas dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten untuk mengikuti The 2026 China-ASEAN (Indonesia) Training Course on Teachers’ IT Teaching Competence Improvement pada 26 Juli – 1 Agustus 2026.

Risa Marisa, M.Pd., SMPN 61 Bandung, Jawa Barat, setelah melaksanakan kunjungan ke negara maju tersebut, menyampaikan setidaknya sebagai guru atau kepala sekolah sudah melaksanakan pepatah yang populer yaitu carilah ilmu sampai ke Negeri Cina.

“Dengan kunjungan ke negara itu, sebagai pendidik dapat melihat langsung bagaimana  negera maju mempertahankan budaya, mendidik generasi bangsanya, terus berupaya meningkatkan kemajuan atau karya di bidang teknologi hingga mengelola tempat wisata. Serta mempraktekan langsung kemampuan berbahasa Internasional atau berkomunikasi dengan warga negara lain, melalui bahasa Inggis,” jelasnya kepada media cetak dan online Koran SINAR PAGI, Kepala Sekolah yang aktif menjabat Sekretaris II DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia Masa Bakti 2025 – 2029, di ruang kerjanya, Jalan Babakan Haji Tamim Nomor 33, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat (11/8/2026)

Perwakilan Kepala Sekolah yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia saat berkunjung ke Guizhou, Republik Rakyat Tiongkok.

Menurutnya hal yang penting diterapkan untuk membentuk generasi yang berkualitas ialah membatasi akses ke media sosial. Seperti di China itu sulit untuk mengakses Instagram, Youtube, Tiktok dan Face Book. Mereka memiliki jaringan media informasi atau alat komunikasi yang dikhususkan untuk pelajar.

“Negara juga memiliki Big Data yang mudah diakses oleh publik. Untuk melihat setiap perkembangan atau karya untuk dimanfaatkan oleh publik. Bahkan para orang tua siswa dapat memperoleh secara berkala informasi tentang perkembangan anaknya di sekolah. Semangat para pelajar melanjutkan ke perguruan tinggi juga sangat bagus. Mereka terlihat sangat sungguh-sungguh belajar sejak di bangku sekolah. Para pelajarnya belajar dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Namun ada waktu istirahat untuk tidur siang yang sudah diatur sekolah dan makanan khusus pelajar yang sudah disediakan pemerintah,” ungkapnya Kepala Sekolah yang sebelumnya sempat berkunjung ke Malaysia dan Singapura.

Dengan Big Data tersebut, Guizhou sebagai provinsi pegunungan di barat daya Tiongkok dengan ibu kota Guiyang yang sempat katagori provinsi termiskin di negara itu. Saat ini berbagai kemajuan mulai terlihat, bahkan untuk memantau perkembangan pertaniannya sudah memfungsikan robot untuk mengamatinya, serta untuk akses ke tempat wisatanya sudah menggunakan teknologi cangih yang dapat mengantarkan wisatawan ke berbagai pegunungan dengan waktu singkat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *