(Koran SINAR PAGI)-, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAI An-Nawawi Purworejo mendapat kesempatan memperluas pengalaman akademik ke tingkat internasional melalui keikutsertaan dalam ITHLA Abroad Batch 8 Tahun 2026, kegitan tersebut diikuti oleh mahasiswa aktif PBA semester 7, yaitu Alfan Shidqi dan Kuni Sangadati, mereka secara resmi dilepas oleh pihak kampus pada Rabu 30 September 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik di Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Prosesi pelepasan berlangsung di lingkungan kampus dan dihadiri jajaran pimpinan IAI An-Nawawi Purworejo, di antaranya Wakil Rektor, Ketua LPM, Ketua LPPM, dosen PBA, serta mahasiswa.
Keikutsertaan dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memperluas wawasan dan pengalaman di luar lingkungan akademik kampus. Selain mengikuti agenda akademik, mahasiswa juga akan berhadapan langsung dengan lingkungan, budaya, serta praktik pendidikan di negara yang dikunjungi.
Bukan Sekadar Perjalanan
Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj. Ashfa Khoirun Nisa, berpesan agar mahasiswa memandang keberangkatan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan membawa nama baik almamater di ruang akademik internasional. “Jangan hanya menjadi peserta, tetapi jadilah pembelajar.”
Pesan tersebut menjadi penekanan agar mahasiswa tidak sekadar mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi mampu mengamati berbagai perkembangan pendidikan dan pembelajaran bahasa Arab di negara yang dikunjungi. Mahasiswa juga didorong untuk berdiskusi, membangun pertemanan, memperluas jejaring, serta memperkenalkan IAI An-Nawawi Purworejo kepada komunitas yang ditemui.
Di tengah perjumpaan dengan lingkungan dan budaya yang berbeda, mahasiswa juga diharapkan tetap membawa karakter yang memadukan ilmu dan adab. Sikap disiplin, keterbukaan terhadap perbedaan, serta penghargaan terhadap budaya masyarakat setempat menjadi bagian penting dari pengalaman selama mengikuti program.
Memperluas Kapasitas dan Jejaring
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Achmad Nursobah, menilai program internasional memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas mahasiswa.
“Pengalaman lintas negara diharapkan mampu memperkuat kemandirian, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta jejaring mahasiswa,” ungkap Achmad Nursobah.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan yang berbeda dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan bidang akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dengan berbagai latar belakang.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri dan aktivitas akademik di masa mendatang.
Mengubah Pengalaman Menjadi Karya
Sementara itu, Ketua LPPM IAI An-Nawawi Purworejo, Waluyo Sudarmaji, mengingatkan mahasiswa agar pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tidak berhenti sebagai pengalaman perjalanan semata.
“Jangan hanya menikmati pengalaman perjalanan, tetapi lakukan pengamatan dan catat berbagai praktik baik yang dapat dikembangkan menjadi gagasan, tulisan, maupun karya akademik setelah kembali ke kampus,” tutur Waluyo Sudarmaji
Pesan tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengamati berbagai hal yang ditemui selama berada di Malaysia, Thailand, dan Singapura. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat diolah menjadi gagasan maupun karya yang memberi manfaat bagi lingkungan akademik.
Dari Kampus Pesantren Menuju Ruang Akademik Global
Keikutsertaan mahasiswa PBA dalam ITHLA Abroad Batch 8 menjadi salah satu bagian dari langkah IAI An-Nawawi Purworejo dalam memperluas jejaring dan pengalaman akademik di tingkat internasional.
Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara kompetensi kebahasaan, tradisi akademik berbasis pesantren, dan pengalaman lintas budaya. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar dalam ruang kelas, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung perkembangan pendidikan dan pembelajaran bahasa Arab dalam konteks yang lebih luas.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan kembali ke kampus dengan membawa wawasan, pengalaman lintas budaya, jejaring, serta inspirasi akademik yang dapat dibagikan dan dikembangkan bersama sivitas akademika IAI An-Nawawi Purworejo.
Salah satu peserta ITHLA Abroad, Kuni Sangadati, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program tersebut didorong oleh keinginan untuk mencari ilmu dan pengalaman baru di kancah internasional, sekaligus mengasah kemampuan bahasa Arab secara langsung dengan penutur aslinya.
“Tujuan saya mengikuti ITHLA Abroad adalah untuk mencari ilmu dan pengalaman baru di kancah internasional, mengasah kemampuan bahasa Arab secara langsung dengan penutur aslinya, serta membawa nama baik kampus dan pondok tercinta di tingkat dunia. Saya ingin belajar bukan hanya tentang bahasa, tapi juga tentang budaya, peradaban, dan luasnya dunia Islam,” ucapnya
Lebih dari itu, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa dan santri lainnya untuk berani memiliki cita-cita hingga ke tingkat internasional.
“Semoga ini menjadi awal bagi santri lain untuk berani bermimpi go internasional,” ungkapnya
Dengan demikian, perjalanan menuju tiga negara tersebut bukan sekadar langkah untuk mengenal dunia luar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk tumbuh sebagai insan akademik yang memiliki wawasan luas, tetap berpegang pada adab, dan mampu membawa nilai-nilai pesantren ke ruang pergaulan yang lebih luas.
(Sumber: https://annawawiberjan.id/10433/mahasiswa-pba-iai-an-nawawi-perluas-pengalaman-akademik-ke-tiga-negara-melalui-ithla-abroad-batch-8/)









Komentar