oleh

Dedi Mulyadi Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di Jawa Barat

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI,Bandung,- Jawa Barat mencatatkan angka anak tidak sekolah (ATS) tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), terdapat sebanyak 106.196 anak di Jawa Barat yang saat ini tidak mengenyam pendidikan formal.

Menanggapi fenomena tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan mengambil langkah serius. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan melakukan pendataan mendalam untuk memetakan sebaran anak tidak sekolah di setiap kabupaten dan kota.

“Ini yang menjadi perhatian kita hari ini. Nanti kita buat data, di mana saja anak-anak yang tidak sekolah itu,” ujar Dedi saat ditemui di Kantor Bank Indonesia (BI) Jabar, Kota Bandung, Senin (27/4/2026), dilansir dari Kompas.com.

Strategi jemput bola ke desa-desa

Dedi menjelaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sasaran.

Setelah data terkumpul, pemerintah akan langsung turun ke lapangan untuk membujuk anak-anak kembali ke bangku sekolah. “Nanti didatangi oleh aparat desa, dinas pendidikan kabupaten/kota, provinsi, dan tim pengawas untuk didorong kembali sekolah,” tutur mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Salah satu kebijakan kunci yang disiapkan Pemprov Jabar adalah jaminan biaya pendidikan. Dedi menegaskan bahwa masyarakat tidak mampu tidak perlu mencemaskan biaya sekolah, baik di institusi negeri maupun swasta. “Sekolah negeri dan swasta untuk masyarakat tidak mampu gratis. Di tingkat SD juga sudah ditanggung pemerintah daerah,” ucap Dedi. Dedi menekankan, khusus untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), pembiayaan sudah sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kabupaten dan kota. Oleh karena itu, ia meminta peran aktif orangtua untuk memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah. “Tingkat SD kan free, udah ditanggung oleh bupati, walikotanya. Ini cara mendorong orangtua untuk menyekolahkan anak,” katanya menambahkan.

Daftar daerah dengan angka putus sekolah tertinggi di Jawa Barat Dikutip dari pemberitaan TribunJabar, berdasarkan data statistik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun ajaran 2024/2025, terdapat beberapa daerah yang mencatatkan angka putus sekolah cukup tinggi mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Berikut adalah rincian 10 daerah dengan jumlah siswa putus sekolah tertinggi di masing-masing jenjang: Jenjang Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Bekasi: 545 siswa Kabupaten Bogor: 533 siswa Kabupaten Sukabumi: 485 siswa Kabupaten Karawang: 418 siswa Kabupaten Cianjur: 394 siswa Kabupaten Garut: 383 siswa Kabupaten Bandung: 345 siswa Kabupaten Cirebon: 228 siswa Kabupaten Subang: 221 siswa Kota Bekasi: 209 siswa Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Bogor: 254 siswa Kabupaten Garut: 218 siswa Kabupaten Cianjur: 144 siswa Kabupaten Bandung: 85 siswa Kabupaten Bekasi: 73 siswa Kabupaten Sukabumi: 60 siswa Kabupaten Indramayu: 57 siswa Kabupaten Karawang: 56 siswa Kabupaten Cirebon: 39 siswa Kabupaten Tasikmalaya: 35 siswa Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Garut: 74 siswa Kabupaten Bandung Barat: 28 siswa Kabupaten Cianjur: 27 siswa Kabupaten Tasikmalaya: 24 siswa Kabupaten Bogor: 24 siswa Kabupaten Bandung: 23 siswa Kota Bandung: 17 siswa Kabupaten Bekasi: 14 siswa Kabupaten Sukabumi: 9 siswa Kabupaten Indramayu: 8 siswa Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Bogor: 99 siswa Kabupaten Cianjur: 86 siswa Kabupaten Subang: 77 siswa Kabupaten Sukabumi: 64 siswa Kabupaten Garut: 52 siswa Kabupaten Purwakarta: 48 siswa Kabupaten Indramayu: 44 siswa Kabupaten Karawang: 42 siswa Kabupaten Bandung Barat: 39 siswa Kabupaten Cirebon: 35 siswa Pemetaan data ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan untuk melakukan intervensi kebijakan yang lebih spesifik, terutama di wilayah-wilayah dengan angka putus sekolah yang menonjol.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *