oleh

Weekend Bersama Kepala Sekolah, Lina, S.Pd., M.T., Ungkapkan Pengalaman 60 JP Diklat Langsung di Negara Maju

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Kepala SMAN 1 Padalarang, Bandung Barat, Lina, S.Pd., M.T., di awal Agustus 2026 berhasil mengikuti kegiatan The Application of Digital Technology in  Teaching and Learning (Digital  Education and Multimedia Platform in Cohesive Teaching). Bagian dari program kerja sama antara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Guizhou Vocational College of Economics and Business. Pelaksanaan program piloting tersebut dilaksanakan dengan pola 60 Jam Pelatihan / JP  selama 10 hari mulai 27 Juli 2026 s.d. 5 Agustus 2026 di Guizhou, Republik Rakyat Tiongkok.

Setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatannya, Lina, S.Pd., M.T., menyampaikan kegiatan China-ASEAN Education Coorporation Week (CAECW) yang diikuti oleh 50 Kepala Sekolah dan guru dari 3 provinsi (Jabar, Jakarta, Banten) sejak 24 Juli-2 Agustus 2026. Pengalaman itu meningkatkan semangat disiplin yang tinggi dan mental yang kuat untuk berbakti pada negeri, memberikan yang terbaik buat bangsa dan negara.

“Mengabdi pada negeri dapat dilakukan semua orang dan kalangan dengan melaksanakan sesuai tugasnya dengan sebaik-baiknya, bersikap jujur, disiplin, berkorban dan cinta terhadap lingkungan,”jelasnya melalui sambungan telephone pribadinya, Kepala Sekolah yang aktif di Departemen Pengembangan Profesi Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia, saat interaktif mengisi halaman Weekend Bersama Kepala Sekolah di Koransinarpagionline.com (1/8/2026)

Pada saat berkunjung ke negara tersebut, para kepala sekolah dan guru bersama perwakilan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan dari 3 Provinsi memiliki agenda khusus untuk belajar AI.

Menurutnya untuk penggunaan AI dalam pendidikan digunakan untuk membuat bahan ajar lebih menarik, disamping personal gurunya harus terus meningkatkan kompetensi agar terus menjadi guru yang memberikan semangat pada muridnya. Serta dapat membantu mengatasi masalah yang terjadi pada murid dengan dukungan data dari sumber AI.

Dalam penggunaan teknologinya digunakan untuk kepentingan bangsa, didukung warganya dengan mengikuti aturan yang ditentukan untuk kemajuan bangsa, sehingga dapat menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.

“Semangat terus belajar dan belajar, seperti ungkapan bijak yang populer selama ini, carilah ilmu sampai negeri China,”ucapnya

Lina, S.Pd., M.T., juga menceritakan dari kunjungan budaya yang dilakukan di waterfall Huangguoshu Guizhou, terlihat sejauh mana kemampuan negara China dalam mengelola sumber daya alam dengan sangat baik untuk dapat dinikmati oleh warganya dan turis asing. Dengan memfasilitasi sarana dengan baik agar dapat menikmati dari anak sampai orang yang sudah tua. Serta budaya bersih, disiplin dan ramah. Sehingga membuat pengunjung mencapai kepuasannya dari berbagai pelayanan wisata budaya yang ada.

Ditambah di area kunjungan budaya dipertahankan keindahan alam, keunikan dan kelestarian budayanya. Saat pintu keluar sebelum naik bus intern diberikan area untuk mengenal budaya khas, melalui souvenir khas daerahnya dengan harga terjangkau.

Fasilitasnya didalamnya juga membuat nyaman pengunjung dengan memberikan fasilitas kereta gantung di greatwall dan eskalator di air terjun. Selain itu, dalam hal fasilitas publik, ada kendaran listrik yang siap dipakai oleh siapapun dan kondisinya terawat.

Sedangkan saat kunjungan budaya  ke  area Exhibition CAECW, Kami juga disuguhkan dengan kemajuan teknologi robotik, mobil listrik, alat pendidikan, teknologi dan industri.

“Sudah banyak yang canggih teknologinya. Robot yang dibuatnya juga sudah sangat mirip. Saya terpukau melihat setiap karyanya, sudah sangat canggih yang dibuat langsung anak-anak bangsa. Di antaranya Robot yang dipakai untuk pengganti manusia, seperti untuk deteksi hingga petugas pemadam kebakaran,”ungkapnya

Semua rangkaian kegiatan itu sangat melengkapi pengalaman kami dalam mengenal kemajuannya. Selain dari pendidikan, sikap warga negara yang baik, serta dukungan dari pemerintah untuk kemajuan bangsanya.

“Terlihat langsung budaya disiplin untuk membentuk karakter yang sudah dibudayakan sejak usia dini, sehingga melahirkan orang-orang benar cinta terhadap negaranya. Sampai mahasiwanya dan dosennya tampak memiliki karakter yang bisa dibanggakan dalam perilakunya,”ucapnya.

Hal lain, diungkapkan Lina, S.Pd., M.T., ialah kekaguman dirinya terhadap kebersihan lingkungan di negara maju.

“Lingkungannya sangat bersih, jalannya juga terawat. Pohon-pohon dan tanaman terawat. Disetiap tempat yang dikunjungi, petugas kebersihan bertugas dengan baik. Baik di sekolah, hotel, tempat belajar, kantor big data, kantor intelegen di waterfall Huangguoshu, di Greatwall China sangat bersih,”katanya

Setelah melaksanakan rangkaian diklatnya, Dirinya berkomitmen akan menerapkan ilmu yang didapatnya untuk meningkatkan layanan pendidikan di SMAN 1 Padalarang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *