oleh

 Perpustakaan Unggul BBGTK Jabar, dari Jendela Dunia ke Jendela instansi

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Buku adalah jendela dunia merupakan sebuah pepatah yang mendeskripsikan bahwa buku merupakan sumber ilmu dan informasi yang luas untuk melihat serta mengenal isi dunia. Sedangkan istilah perpustakaan sebagai jendela instansi merujuk pada peran strategis perpustakaan khusus atau perpustakaan lembaga/kementerian sebagai refleksi utama dari citra, kinerja, intelektualitas, dan rekam jejak dari instansi yang menaunginya.

Dian Indriany, Kepala Perpustakaan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat / BBGTK Jabar menyampaikan tahun ini Perpustakaan BBGTK Jabar resmi dianugerahi Sertifikat Akreditasi dengan Predikat A (Unggul).

“Setelah mencapai penilaian itu, untuk meningkatkan layanan perpustakaan atau mendekatkan para pengunjung kantor BBGTK Jabar. Ada rencana pemindahan lokasi Perpustakaan yang saat ini posisinya di sekitar Pojok dan Atas Gedung ke ruangan yang berdekatan dengan halaman utama kantor. Sehingga para penunjung ketika melihat bagian utama Gedungnya, langsung dapat melihat Perpustakaannya. Hal itu sebagai daya tarik awal agar para pengunjung tumbuh rasa penasaran hingga keinginan melangkah untuk menyempatkan diri memasuki Perpustakaannya” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakan yang berlangsung pada tanggal 14 September setiap tahunnya.

Menurutnya jumlah bahan bacaan yang ada di Perpustakaannya saat ini sekitar 10 ribu buku. Selain itu ada berbagai buku yang tersedia di Perpustakaan Digitalnya.

“Kalau dalam bentuk cetaknya belum ada, maka Perpustakaan Digital berupaya menyediakannya. Misalnya buku tentang Deep Learning atau Artificial Intelligence (AI) yang menjadi prioritas dalam kurikulum untuk dijalankan oleh satuan pendidikan atau sekolah saat ini,” ucapnya, Dian Indriany yang selama ini sudah 6 tahun bertugas di Perpustakaan

Perpustakaan BBGTK Jabar yang terbuka untuk para tamu atau pengunjung, dinilai sudah sangat lengkap. Mulai dari ruangan baca yang rapi, harum, sejuk dan luas. Koleksi berbagai jenis buku, bahkan majalah, koran harian hingga koran berbahasa Asing / Inggris ada di Perpustakaan. Serta pendataan pengunjung berbasis digital atau kebutuhan lainnya untuk para pengunjung.

“Para pengunjung juga dapat menyampaikan langsung kebutuhan buku yang dicarinya kepada petugas, jika tidak menemukan di rak buku. Jumlah koleksi bukunya terus dilengkapi atau diperbanyak. Melalui tukar pinjam buku dengan kantor Balai Kemendikdasmen lainnya yang ada di Jawa Barat atau hibah dari mereka yang memiliki banyak kelebihan koleksi buku di rumahnya. Upaya itu bagian dari solusi menghadapi keterbatasan anggaran sejak masa pademi yang lalu hingga sekarang,” ucapnya

Dian Indriany menyimpulkan bahwa Perpustakaan yang sudah lengkap, tidak cukup untuk menjadi daya tarik pembaca. Sebab kesibukan kerja atau kecanduan dengan Hanphone juga menjadi kondisi yang menyebabkan masyarakat sekarang semakin menjauh dari Perpustakaan. Maka perlu kebijakan yang secara khusus menekan agar masyarakat luas memiliki rutinitas membaca buku.

Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, sebelumnya Perpustakaan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat (BBGTK Jabar) berhasil meraih penghargaan prestisius dalam ajang Pemberian Penghargaan Capaian Akreditasi Perpustakaan Khusus Tahun 2025. Pada kegiatan yang berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rabu (24/06), Perpustakaan BBGTK Jawa Barat resmi dianugerahi Sertifikat Akreditasi dengan Predikat A (Unggul).

Predikat “Unggul” merupakan capaian tertinggi dalam Standar Nasional Perpustakaan. Penghargaan yang diterima menjadi bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan perpustakaan, layanan literasi, serta komitmen BBGTK Jabar dalam menghadirkan fasilitas pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Rangkuman karya pembaca Perpustakaan BBGTK Jabar yang ditempel di Mading

Capaian tersebut juga mencerminkan keberhasilan transformasi Perpustakaan BBGTK Jabar menjadi pusat pengetahuan yang adaptif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Berbagai penguatan layanan, pengelolaan koleksi, hingga pengembangan fasilitas literasi terus dilakukan untuk mendukung budaya belajar di lingkungan pendidikan.

Penghargaan yang diraih ini menjadi motivasi bagi BBGTK Jabar untuk terus meningkatkan kualitas layanan literasi dan menghadirkan berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat pendidikan. Upaya pengembangan perpustakaan akan terus dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era transformasi digital.

Setelah menerima penghargaan itu, BBGTK Jabar turut menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya Sahabat GTK di Jawa Barat, yang selama ini turut berkontribusi dalam pengembangan layanan perpustakaan. Melalui semangat belajar dan berbagi bersama, Perpustakaan BBGTK Jawa Barat diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi penguatan literasi dan peningkatan mutu pendidikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *