Prosesi Purna Bakti di PN Bale Bandung Tampil Berbeda, Hakim dan Tiga Panitera Pengganti Diarak Naik Bus Bandros

Pewarta: Winsati Melinda

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung) –, Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung menggelar prosesi pelepasan purna bakti bagi seorang hakim dan tiga panitera pengganti, Jumat (31/7/2026). Pelepasan kali ini berlangsung berbeda dari biasanya. Setelah prosesi resmi, para purnabakti diajak berkeliling menggunakan Bus Bandros sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi di Kabupaten Bandung.

Adapun aparatur peradilan yang memasuki masa purna bakti yakni Hakim Ambo Masse, S.H., M.H., serta tiga Panitera Pengganti, Drs. Barnas, S.H., Dedy Yudiawan, S.H., dan Asep Muharam, S.H.,. Acara pelepasan berlangsung di ruang sidang utama PN Bale Bandung dan dipimpin langsung oleh Ketua PN Bale Bandung, Rendra Yozar Dharma Putra, S.H., M.H.,

Panitera Pengadilan Negeri Bale Bandung, Dr. Nandang Sunandar, S.H., M.H., mengatakan konsep pelepasan tahun ini sengaja dibuat berbeda agar menjadi kenangan bagi para purnabakti setelah menyelesaikan masa pengabdiannya.
“Acara resminya dilaksanakan pada Jumat pagi, 31 Juli 2026, dan para purnabakti dilepas langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung. Namun, ada seremonial yang berbeda dari biasanya, yaitu mereka diarak menggunakan Bus Bandros. Ini merupakan sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya,” ujar Nandang.

Dirinya menjelaskan, rombongan diajak berkeliling kawasan Baleendah dan singgah di beberapa lokasi, di antaranya Jonas, Ampera, hingga Summarecon. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Bandung kepada para purnabakti.
“Kami ingin mereka tetap mengingat daerah ini karena selama bertugas para hakim maupun panitera pengganti juga sering melaksanakan pemeriksaan setempat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung,” katanya.

Sementara itu, Ketua PN Bale Bandung, Rendra Yozar Dharma Putra, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Hakim Ambo Masse beserta ketiga panitera pengganti selama mengabdi di lingkungan peradilan. Menurutnya, masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengalaman yang dimiliki.

Mewakili para purnabakti, Hakim Ambo Masse mengaku bersyukur dapat mengakhiri masa tugas dengan penuh kebersamaan. Ia menyebut PN Bale Bandung telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama mengabdi sebagai aparat penegak hukum.
“Pengadilan Negeri Bale Bandung sudah seperti rumah bagi kami. Banyak suka dan duka yang kami lalui bersama. Semoga seluruh keluarga besar PN Bale Bandung terus menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Prosesi pelepasan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah hakim, panitera, pegawai, serta keluarga turut hadir mengantarkan para purnabakti yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *