oleh

Sinergi Forkopimda dan TNI, Wali Kota Depok Dukung Yonif TP 899 Wujudkan Ketahanan Pangan

Pewarta : Anis

Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Semangat kemandirian pangan terus digaungkan di Kota Depok. Wali Kota Depok Supian Suri bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung program ketahanan pangan yang digarap Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon Alpukat dan Tomat, dilanjutkan penebaran ribuan benih ikan Nila dan Lele di lahan peternakan milik Yonif TP 899.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari, Irdam Jaya, serta jajaran TNI.

Wali Kota Depok, Supian Suri, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif prajurit Yonif TP 899 dalam memperkuat ketahanan pangan dan lingkungan.
“Semangat ketahanan pangan harus kita wujudkan bersama. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci, dan TNI melalui Yonif TP 899 sudah memberi contoh nyata,” ujar Supian Suri.

Ia berharap kehadiran prajurit di Cipayung tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga memberi kontribusi langsung bagi kesejahteraan warga.
“Pemerintah Kota Depok siap berkolaborasi. Melalui Forkopimda dan seluruh instansi vertikal, kita punya semangat yang sama: melayani masyarakat Depok dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, Letkol Inf Satriyo Pinandito, menjelaskan sebagian dari total lahan seluas 53,8 hektar telah dimanfaatkan untuk pertanian palawija dan peternakan.

“Program ini bisa berjalan karena ada dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah. Kami ingin Yonif TP 899 menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan di Depok,” jelas Letkol Satriyo.
Dengan sinergi yang terus dikuatkan, Pemkot Depok dan Yonif TP 899 optimis gerakan ketahanan pangan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa menjadi percontohan bagi masyarakat luas untuk memanfaatkan lahan produktif demi kemandirian pangan daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *