oleh

‎14 Siswa SMAN Tomo Diduga Keracunan, SPPG Tomo Tomo  Kini Jadi Sorotan Dan  Ditutup Sementara

Pewarta: Jeky Epsa

‎KORANSINARPAGIONLINE.COM | SUMEDANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumedang kembali menjadi sorotan. Sebanyak 14 siswi SMAN Tomo diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Selasa, 8 September 2026.

‎Pasca-kejadian tersebut, SPPG Tomo yang berlokasi di sekitar SMAN Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, untuk sementara menghentikan seluruh aktivitasnya. Penutupan disebut merupakan bagian dari sanksi atau suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan berlaku selama 20 hari, terhitung sejak 9 September 2026.

‎PIC SPPG Tomo Tomo dari Yayasan Bina Putra Lingga, Cecep Jaya Kuswara, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, terdapat 14 siswa yang mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan SPPG.

‎“Memang benar ada siswa SMAN Tomo yang diduga keracunan. Dampaknya dari pemberian MBG dari SPPG kami, jumlahnya ada 14 orang,” ujar Cecep saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/9/2026).

‎Cecep menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Para siswa yang mengalami keluhan kemudian segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tomo. “Gejalanya diawali pusing dan mual,” ungkapnya.

‎Meski mengalami gejala tersebut, Cecep mengatakan seluruh siswa yang mendapatkan penanganan akhirnya diperbolehkan pulang dan tidak ada yang harus menjalani rawat inap. “Semuanya pulang, tak ada yang menginap,” katanya.

‎Sementara itu, dugaan gangguan kesehatan tersebut kini masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait. Selain BGN, proses penanganan juga melibatkan pihak kepolisian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. “Kini semuanya sedang di evaluasi, mudah-mudahan secepatnya ada hasil,” ujar Cecep.

‎DUA SISWI MENGAKU  MUNTAH HINGGA  LIMA KALI

‎Sebelumnya, dua siswi SMAN Tomo yang diduga mengalami gangguan kesehatan juga ditemui saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Ujung Jaya, Kamis (10/9/2026).

‎Salah seorang siswi mengaku mengalami muntah hingga lima kali setelah tiba di rumah usai menyantap makanan MBG. Dalam kondisi terlihat lemas, ia mengatakan dirinya sebelumnya merasakan pusing dan mual.

‎“Saya muntah sampai lima kali saat sudah di rumah akibat memakan yang disajikan dari MBG,” tuturnya.

‎Ia juga mengaku mencium aroma yang berbeda dari salah satu menu makanan yang disantapnya. “Selain menu lainya saya menyantap sayuran, kemungkinan dari situ karena baunya agak berbeda,” katanya.

‎Hal senada disampaikan ibu siswi tersebut yang mendampinginya selama mendapatkan perawatan. Menurut sang ibu, tidak lama setelah sampai di rumah, anaknya mulai mengeluhkan pusing dan mual yang kemudian disusul muntah hingga lima kali

‎” Kejadian itu membuat saya panik dan saya langsung bawa ke Puskemas” tandas nya.

‎Keluhan serupa juga disampaikan siswi lainnya yang pada hari yang sama menjalani perawatan di Puskesmas Ujung Jaya. Siswi tersebut mengaku muntah hingga lima kali setelah menyantap makanan MBG dan menduga aroma salah satu menu berbeda.

‎“Saya muntah lima kali karena menyantap makanan dari MBG. Mungkin dari ayam goreng, karena baunya kalau dicium agak berbeda,” ungkapnya sambil terbaring lemas.

‎SEKOLAH BENARKAN  ADA 14 SISWI  DIDUGA KERACUNAN

‎Pihak SMAN Tomo juga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Wakasek Humas SMAN Tomo, Cecep Hidayat, mengatakan kejadian berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

‎“Kejadiannya hari Selasa, tanggal 8 September, sekitar pukul 11,” ujar Cecep saat ditemui di sekolah, Kamis (10/9/2026).

‎Menurutnya, sebanyak 14 siswa yang mengalami keluhan seluruhnya merupakan  perempuan. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Tomo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

‎Cecep menyebutkan jumlah siswa SMAN Tomo mencapai sekitar 1.061 orang. Namun, dari jumlah tersebut, siswa yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG sebanyak 14 orang.

‎“Dampak dari kejadian itu kini para siswa di sekolah sudah tidak menerima MBG lagi. Saya dengar SPPG sedang ditutup dulu,” ucapnya.

‎Kini perhatian publik tertuju pada hasil pemeriksaan dari instansi terkait untuk memastikan apa sebenarnya penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa, termasuk apakah berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG Tomo Tomo.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *