oleh

Disiplin Waktu ASN Depok Disorot, Puluhan Kendaraan Masih Berjejer Saat Apel Pagi Dimulai

Pewarta : Anis

Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Budaya disiplin waktu di lingkungan Aparatur Sipil Negara Kota Depok masih menjadi pekerjaan rumah. Hal itu terlihat jelas saat pelaksanaan apel pagi Senin (3/8/2026) di halaman Balai Kota Depok.
Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi ASN masih berjejer di depan pintu masuk Pemda. Padahal apel pagi sudah berjalan dan pintu utama sudah ditutup.

Apel pagi yang digelar pukul 07.30 WIB diikuti oleh ASN dari berbagai OPD. Namun beberapa menit setelah apel dimulai, masih terlihat ASN yang datang terburu-buru dan langsung memarkir kendaraannya di depan pintu pagar yang sudah ditutup petugas.
Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya tanggung jawab terhadap waktu. Seharusnya, ASN sudah berada di lapangan sebelum apel dimulai, bukan baru tiba saat kegiatan berlangsung.

“Kita sudah ingatkan berkali-kali soal disiplin. Apel itu cerminan kedisiplinan ASN. Kalau datangnya terlambat, bagaimana mau memberi contoh ke masyarakat,” ujar salah satu pejabat Pemkot Depok yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah Kota Depok memang terus mendorong ASN menjadi teladan dalam pelayanan publik. Salah satunya melalui apel pagi yang rutin digelar setiap Senin sebagai sarana pembinaan dan penyampaian arahan pimpinan.
Namun kejadian Senin pagi ini menjadi catatan. Barisan kendaraan yang masih menumpuk di depan pintu masuk saat apel berlangsung mencerminkan bahwa budaya tepat waktu belum sepenuhnya melekat.

Padahal, kedisiplinan adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab ASN. Keterlambatan sekecil apa pun, jika dibiarkan, akan menjadi kebiasaan.

Ke depan, Pemkot Depok diharapkan memperketat pengawasan dan memberikan teguran bagi ASN yang masih abai terhadap aturan waktu. Sanksi administratif hingga pemotongan TPP bisa menjadi salah satu opsi agar ada efek jera.

Apel pagi bukan sekadar seremonial. Ini adalah komitmen bersama untuk memulai pekan kerja dengan tertib, tanggung jawab, dan semangat melayani.

Jika ASN saja masih terlambat, bagaimana bisa menuntut masyarakat untuk disiplin?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *