oleh

Pikiran Rakyat dan SINAR PAGI

Penulis: Dwi Arifin (Kepala Pusat Pengembangan Relasi Media Massa Organisasi Profesi Jurnalis Independen Bersatu dan Duta Baca Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Jawa Barat)

Koran Pikiran Rakyat sempat memiliki kantor Redaksi dan Percetakan di Jl Soekarno Hatta 147 Kota Bandung, sedangkan Kantor Redaksi dan Perusahaan Koran SINAR PAGI sempat berdekatan kantornya dengan berlokasi di Jl Soekarno Hatta No.159 Bandung.

Koran Pikiran Rakyat sempat memiliki program Koran Masuk Desa, sedangkan Koran SINAR PAGI memiliki program Antar Desa. Kedua program tersebut bertujuan untuk menumbuhkan minat baca media cetak bagi masyarakat desa.

Koran Pikiran Rakyat, memiliki publik baca dan pelanggan di luar negeri. Koran SINAR PAGI memiliki publik baca dari berbagai negara. Hal itu bagian dari memperluas publik baca, mulai dari pelosok desa hingga ke lintas negara. Serta koran Pikiran Rakyat dalam puncak kejayaan dikenal sebagai koran nasional yang memiliki jangkauan distribusi puluhan ribu eksemplar ke berbagai provinsi di Indonesia. Sedangkan Koran SINAR PAGI juga hingga saat ini telah menjangkau ke lintas pulau besar di Indonesia.

Dari ketiga hal tersebut, ada sedikit kesamaan antara Koran Pikiran Rakyat dan Koran SINAR PAGI dalam upaya mempertahankan media cetaknya sebagai referensi publik bacanya.

Di saat media cetak berbentuk Koran, Majalah dan Tabloid, mulai berkurang jumlah peredarannya di masyarakat, disebabkan berahlihnya kebanyakan pembaca ke media online. Koran Pikiran Rakyat dan Koran SINAR PAGI terus berupaya melayani pelanggannya dengan bahan bacaan bertampilan koran / cetak.

Beberapa dekade selama ini media cetak tersebut, telah berhasil menjadi teman setiap para pembacanya.  Dengan berupaya mempublikasikan karya jurnalistik berkualitas terbaik dan bermanfaat untuk para pembacanya.

“Dari berbagai keberhasilan itu. Semoga media cetak tersebut akan selalu ada di tengah-tengah masyarakat, setiap lembaran korannya menjadi teman di waktu luang dan setiap informasinya menjadi warna warni untuk referensi dari setiap arah dan langkah”

Penulis sebagai pembaca koran, sejak remaja berseragam putih abu-abu atau yang hingga sekarang telah puluhan tahun menjadikan koran sebagai teman di waktu sibuk dan waktu luang. Ketika menyambut sinar pagi hari dari cahaya terbitnya Matahari atau menjelang Matahari terbenam di sore hari. Sebagai pembaca setia mengucapkan terima kasih kepada penerbit, narasumber di media massa, jurnalis/penulis di surat kabar dan agen atau loper koran yang senantiasa mendistribusikan media cetaknya sampai ke depan pintu rumah, di saat dinginnya udara waktu subuh menyelimuti tubuh.

Sinar Pagi Minggu, edisi Minggu di bulan Februari 1984, 41 tahun silam. Dengan Eceran Rp 125 (Sumber foto: https://www.instagram.com/p/DUfIJhVD35X/)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *