oleh

PERBEDAAN KEMISKINAN STANDAR ALA KAPITALIS DAN ISLAM

Oleh : Sonya Sulistiana (Ibu Rumah Tangga)

Angka kemiskinan di negeri kita tiap tahun kian meningkat.Kondisi hari ini sangat memprihatinkan, padahal kita tahu bahwa negeri kita begitu kaya akan sumber daya alam seperti tambang, hutan, dll. Apalagi tanah pertanian yang begitu subur penghasil padi yang berkualitas unggul.Belum lagi lautan yang didalamnya banyak terkandung ikan-ikan yang berprotein tinggi.

Kalau kita jumpai fenomena sekarang alangkah mirisnya, banyak masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan. Bukan masalah kemiskinan ekonomi saja, tetapi pendidikan juga sangat berperan. Lihatlah harga-harga bahan pokok sekarang semakin melonjak mulai dari beras, minyak dan bahan pokok lainnya.

Belum lagi bidang pendidikan banyak sekali anak putus sekolah karena minimnya penghasilan orang tuanya ditambah sulitnya lapangan kerja.

Apalagi lagi berbagai macam kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak berpihak pada rakyat salah satu contohnya yaitu omni buslaw

Padahal pemimpin atau penguasa itu tugasnya meri’ayah rakyat, mencukupi kebutuhan rakyat seperti sandang, pangan, papan termasuk menyediakan lapangan kerja, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Seharusnya pemimpin atau penguasa memandang bahwa kemiskinan harus diatasi secara menyeluruh yaitu terpenuhinya hak hak dasar individu dan masyarakat sehingga menciptakan terwujudnya keadilan sosial.

Memang sangatlah sulit mengatasi masalah kemiskinan bila di negeri kita masih bersistem kapitalis. Setiap masalah hanya tambal sulam dan tambal sulam yang lambat laun akan rapuh juga dan hilangnya kekuatan.
Kita lihat sumber daya alam kita yang kaya, kini dikuasai oleh swasta.

Seharusnya sumber daya alam kita didistribusikan untuk kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya malah dinikmati segelintir orang yaitu para pengusaha dan penguasa yang sama sama menguntungkan kedua belah pihak.
Sistem kapitalisme melahirkan monopoli dan oligopoli yang mana yang kuat makin kuat dan yang miskin makin miskin,kemudian sistem ini menimbulkan terjadinya eksploitasi dan ketimpangan, dan juga sistem ini mengambil aset aset publik di privatisasikan. Sistem ini benar-benar sistem yang tidak adil untuk dijadikan aturan hidup.

Kemiskinan dalam pandangan kapitalis ( menurut lslam ) adalah kondisi dimana individu atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak baik secara ekonomi maupun sosial, akibat sistem yang tidak adil dan eksploitatif, sistem ini hanya berfocus pada akumulasi dan keuntungan sehingga mengabaikan kesejahteraan sosial dan menciptakan kesenjangan yang menyebabkan terjadinya kemiskinan.

Islam datang bukan hanya sebagai agama ritual saja, tetapi sebagai sistem kehidupan menyangkut seluruh aspek kehidupan. Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Dalam islam kemiskinan dipandang sebagai masalah sosial yang komplek dan solusinya harus konprehensif.

Beberapa poin penting menurut pandangan lslam tentang kemiskinan ini adalah pertama : Kewajiban negara yang harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dasar seluruh masyarakat bukan hanya sandang, pangan, papan saja tetapi juga termasuk menyediakan lapangan kerja, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Kedua : Zakat dan sedekah. Zakat diwajibkan untuk orang yang mampu. Ketiga : Larangan eksploitasi. Keempat :Keadilan sosial, lslam menekankan pentingnya keadilan sosial dan distibusi kekayaan yang merata. Firman Allah Swt ” agar harta itu tidak hanya beredar diantara orang orang kaya saja diantara kalian” ( tqs Al-Hasyr (59): 7).

Sudah saatnya umat bangkit untuk meninggalkan sistem kapitalisme yang bersarang di negeri kita dan menggantikannya dengan sistem lslam. Karena hanya dengan sistem islam semua masalah pasti teratasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *