Pewarta: Andi Sovian
(Kota Bandung)-, Dalam rangka puncak Bulan Media Massa / rangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional 2026. Organisasi profesi (Orgprof) Jurnalis Independen Bersatu melaksanakan studi banding ke Majalah Sunda Mangle yang diterbitkan oleh Pusat Budaya Sunda Unpad / Universitas Padjadjaran.
Dwi Arifin, Kepala Pusat Pengembangan Relasi Media Massa organisasi profesi Jurnalis Independen Bersatu, bersama Yadi Karyadipura, Staf Ahli Pelestarian Bahasa Daerah, Subina Fikri, Staf Ahli Bahasa Asing, disambut oleh Dewan Redaksi Majalah Mangle, Dr. Dian Hendrayana, S.S., M.Pd.,
Pada kesempatan tersebut, Dr. Dian Hendrayana, S.S., M.Pd., Redaktur yang telah puluhan tahun berpengalaman bekerja di berbagai jenis media massa (TV, Koran, Radio dan Media Cetak Berbahasa Sunda) yang saat ini aktif sebagai dosen bahasa Sunda di Perguruan Tinggi Negeri di Kota Bandung. Sempat membagikan strategi untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas terbaik.
Menurutnya untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas terbaik, ada proses yang harus dilalui. Mulai dari menyiapkan bahan pertanyaan yang banyak dan beragam kepada narasumber. Menghimpun data dan fakta sebagai bahan berita. Mencari narasumber dari berbagai sudut pandang. Membuat perbandingan referensi hingga merumuskan referensi terbaiknya. Memanfaatkan kecanggihan teknologi terbarukan /Artificial Intelligence. Serta adanya kolaborasi antara redaktur dari kantor redaksi dengan wartawan di lapangan untuk sama-sama berupaya optimal melengkapi informasi yang dibutuhkan secara detail dan deskriptif. Selain itu, independensi di ruang redaksi juga sangat penting untuk menentukan arah pemberitaan dari setiap media cetaknya.
“Indikator karya jurnalistiknya berkualitas terbaik dapat dilihat dari dominasi kalangan pembacanya, karismatik tulisannya, serta ada banyaknya makna atau manfaat informasi jangka panjang bagi publik bacanya” jelasnya saat interaktif bersama jurnalis dari perwakilan Koran, Radio dan Majalah Berbahasa Daerah di ruang kerjanya (3/3/2026)
Menurutnya media cetak Majalah Sunda Mangle hadir sebagai bahan referensi utama masyarakat Sunda di Indonesia. Sebagai Majalah yang menjadi kebanggaan suku Sunda, saat ini dikelola oleh Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran. Sejak pengalihan pengelola Majalah Mangle, banyak perubahan dari isi dan tampilan Majalahnya. Pertimbangan perubahan tersebut berpengaruh kepada peningkatan kualitas bahan bacaan hingga pembacanya.
Dwi Arifin, Kepala Pusat Pengembangan Relasi Media Massa organisasi profesi Jurnalis Independen Bersatu, pada saat menutup studi banding tersebut mengucapkan terimakasih kepada pihak Majalah Mangle yang telah berbagi ilmu tentang mengelola media massa berbahasa daerah.
“Dari rangkaian studi banding ke majalah berbasis keagamaan yang dikelola oleh Ormas Islam, media massa berbahasa daerah Sunda yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi dan media massa berbahasa daerah Jawa yang masih eksis. Targetnya organisasi profesi Jurnalis Independen Bersatu dapat berkontribusi dalam rumusan atau referensi terbaik untuk pengembangan pengelolaan media massa ke depan” ungkapnya.











Komentar