oleh

Meraih Berkah melalui Harokah Nahdlatul Ulama

Penulis: Dwi Arifin (Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / LTN MWC NU Katapang)

Nahdlatul Ulama atau NU sebagai organisasi yang telah memiliki pengikut ratusan juta warga Indonesia. Telah menjadi pusat spiritual, sosial, dan budaya yang sudah mengakar lebih dari 100 tahun di masyarakat. Ketika kita ikut serta dalam harokah NU, sebenarnya sedang membuka di antara pintu berkah dalam hidup.

KH. Asep Setiawan, S.Pd.I., Pimpinan Ponpes Nurul Bahri Al Mashoolih sebagai Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC NU Katapang sempat menyampaikan ketika membuka acara Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nahdlatul Ulama Katapang di pesantrennya. Bahwa dengan adanya harokah dari Lembaga atau Banom NU merupakan bagian dari eksistensi jam’iyyah ditengah jamaah Nahdlatul ulama atau kultur NU yang telah menyebar di masyarakat.

“Indonesia berdiri kokoh sampai saat ini, karena dikuatkan oleh peran organisasi NU. Sedangkan NU kuat hingga sekarang, sebab adanya pesantren yang terus berupaya memperkokohnya dengan mempertahankan atau menghidupkan kajian kitab Turots. Maka dengan harokah ini menjadi bagian untuk meraih berkah. Berupayalah istiqomah berjalan sendiri, jika belum memiliki teman untuk bergerak bersama. Apabila sudah memiliki teman untuk harokahnya, maka teguhkanlah  untuk melangkah secara bersama-sama,” ungkapnya jumat 21 Agustus 2026 pada acara Diskusi seputar Fiqh Munakahat di aula pesantrennya yang beralamat di Kampung Sukasari, RT 01/RW 12, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketua LBM MWC NU Katapang, Ustadz Purkon S.Hi., mengharapkan setiap harokah NU yang selama ini dijalankan semoga menjadi jalan untuk menjadi santri Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) dari Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur, sebagai Pahlawan Nasional. Yang sempat dawuh atau menyampaikan pesan masyhurnya yaitu

“Barangsiapa yang mau mengurus NU, akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, akan Ku doakan husnul khatimah beserta anak-cucunya.”

Berkah dengan Niat Khidmah

Proses itu sebagai kunci harokah NU. Pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya dari berbagai suku di Indonesia, mendirikan jam’iyyahnya dengan niat menjaga Ahlussunnah wal Jama’ah dan mengabdi untuk umat.

Berkah Ilmu yang Bersanad

Hal utama yang menjadi kekuatan NU adalah tradisi keilmuan yang bersambung hingga kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Berawal dari pesantren ke pesantren, dari kiai ke santri. Maka dengan Ikut harokah NU, sebagai orang beriman mempunyai akses ke pengajian kitab Turats dengan sanad yang jelas.

Serta amaliah Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah wal-Jama’ah yang dipraktikkan secara khas oleh warga Nahdlatul Ulama. Pemahaman yang berpegang pada Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas, serta mengikuti mazhab empat dalam fikih hingga teologi Asy’ariyah dan Maturidiyah yang merupakan dua pilar utama akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang berfungsi sebagai manhaj (metodologi) pemikiran tauhid yang moderat (tawassuth), menyeimbangkan antara penggunaan dalil naqli (teks Al-Qur’an dan Hadis) dan dalil aqli (akal).

Ketua LBM MWC NU Katapang, Ustadz Purkon S.Hi., saat membahas kitab Nashaihul ‘Ibad bersama IPNU dan Gerakan Pemuda Ansor Katapang

Dengan Prinsip Dasar (Fikrah)

  • Tawassuth: Sikap moderat dan tengah-tengah.
  • Tawazun: Sikap seimbang dalam segala hal.
  • I’tidal atau Ta’adul: Sikap adil dan lurus.
  • Tasamuh: Sikap toleran terhadap perbedaan.
Harlah NU ke-100 di Masjid Besar Katapang

Bentuk Amalan Keseharian (Amaliyah)

  • Tahlilan dan Yasinan: Membaca surat Yasin dan kalimat tahlil sebelum mendoakan orang yang telah wafat.
  • Ziarah Kubur: Mengunjungi makam para leluhur, wali, dan orang tua untuk mendoakan serta mengingat kematian.
  • Maulid Nabi: Memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW dengan membaca shalawat dan riwayat hidupnya.
  • Qunut Subuh: Membaca doa qunut pada rakaat kedua salat Subuh.
  • Istighotsah dan Dzikir Bersama: Berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah secara berjamaah
Acara seminar MWC NU Katapang

Semua amalan tersebut dilaksanakan dengan bimbingan ulama yang telah membumikan agama dengan penyebaran ajaran keislamannya di masyarakat.

Berkah melalui 3 Ukhuwah

NU yang mengajarkan dan selama ini komitmen membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah basyariyah. Dalam harokah NU kita rutin bertemu banyak orang, mulai dari kelompok petani, guru, pedagang, pejabat dan santri. Semua duduk sama rendah dalam majelis.

Sehigga di dalam gerak NU yang ada ilmu, ada amal, ada ukhuwah, dan ada cinta tanah air. Empat hal yang terkumpulkan itu, InsyaAllah jadi magnet keberkahan di Dunia hingga Akhirat.

Harokah menjadi Berkah untuk Bangsa

Dengan itu, berbagai harokah NU selalu beriringan bersama bangsa Indonesia. Mulai dari sejak awal Resolusi Jihad 1945 sebagai ikhtiar menyambut kemerdekaan, serta mengisi pasca kemerdekaan. NU berupaya selalu hadir menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI yang pada bulan Agustus ini diperingati sebagai Hari Ulang Tahun ke 81 Republik Indonesia (1945-2026).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *