oleh

Pendidikan SMP Sumedang Terus Didorong Berkualitas dan Merata, Literasi-Numerasi Jadi Prioritas

Pewarta: Steven Gervan

(Koran SINAR PAGI) —, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Upaya tersebut diarahkan tidak hanya pada pemerataan akses pendidikan, tetapi juga peningkatan kompetensi guru serta kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dadang Setiawan, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa secara umum penyelenggaraan pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Sumedang berjalan sesuai dengan rencana dan harapan.

“Alhamdulillah untuk jenjang pendidikan di SMP di Sumedang berjalan sesuai dengan rencana dan harapan. Salah satunya bagaimana mempermudah akses masuk ke sekolah,” ujar Dadang, Kamis (20/08).

Menurutnya, pemerataan layanan pendidikan juga terus diperkuat dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia serta meningkatkan kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai program pelatihan.

Salah satu perhatian utama saat ini adalah penguatan literasi dan numerasi peserta didik, terlebih dengan adanya Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang turut memotret kemampuan siswa dalam bidang tersebut.

“Target utamanya adalah bagaimana meningkatkan literasi dan numerasi melalui TKA. TKA itu memotret mata pelajaran yang berumpun ke literasi dan mata pelajaran yang berumpun ke numerasi. Nah, itulah yang akan ditingkatkan oleh kita di bidang SMP,” jelasnya.

Guru Didorong Terus Belajar melalui MGMP

Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Dadang menjelaskan, penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning. Setiap guru didorong untuk memiliki ruang belajar bersama, baik melalui MGMP di tingkat sekolah maupun kelompok guru lintas sekolah yang memiliki rumpun mata pelajaran yang sama.

“Pemerintah hari ini menyiapkan satu hari belajar guru. Guru itu wajib belajar dengan MGMP-nya, kelompok belajar masing-masing, baik di sekolah atau belajar dengan kelompok-kelompok SMP lainnya,” ungkapnya.

Kegiatan belajar guru tersebut umumnya dilaksanakan pada hari Sabtu sesuai kesepakatan masing-masing kelompok, dengan catatan tidak mengganggu proses pembelajaran peserta didik.

Pendidikan Bermutu untuk Semua

Lebih jauh, Dadang menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan SMP di Kabupaten Sumedang tidak lagi menitikberatkan pada keberadaan sekolah yang dianggap favorit. Menurutnya, seluruh satuan pendidikan harus mampu memberikan layanan pendidikan yang bermutu.

“Pemerintah ingin menghadirkan pendidikan yang bermutu untuk semua. Tidak lagi ada yang favorit, kalau semua bermutu,” tegasnya.

Ia berharap pemerataan kualitas pendidikan tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan peserta didik. Pendidikan yang bermutu, kata Dadang, harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter yang kuat hingga akhirnya mampu melahirkan prestasi.

“Kalau anak-anak mendapatkan layanan pendidikan bermutu, akan naik ke tahap kedua, karakternya kuat. Kalau sudah karakter kuat, nanti anak-anak akan berprestasi,” pungkas Dadang.

Dengan penguatan literasi dan numerasi, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi sarana pendidikan, serta pemerataan mutu antar-SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berharap kualitas pendidikan semakin meningkat dan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang dan berprestasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *