oleh

Dari Lahan Galian Menjadi Tempat Wisata, Pawon Sengon Rayakan Setahun dengan Semangat Kemerdekaan

Pewarta: Steven Gervan

(Koran SINAR PAGI )—, Ada cerita berbeda di balik kemeriahan Anniversary Pawon Sengon ke-1 yang digelar bersamaan dengan semarak HUT ke-81 Republik Indonesia di Paseh Kaler.

Di tengah perlombaan, gelak tawa warga dan pembagian door prize, terselip sebuah pesan tentang bagaimana lahan pascagalian dapat dikembangkan menjadi kawasan yang lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Legislator Daerah Sumedang dari Partai Golkar, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M. (Bunda Bilqis) mengatakan, perjalanan Pawon Sengon tidak dapat dilepaskan dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Bagi kami, menambang bukan berarti mengambil tanpa mengembalikan. Menambang adalah meminjam dari alam, sementara pemulihan adalah janji untuk mengembalikannya dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab,” kata Bunda Bilqis.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah lahan yang sebelumnya merupakan kawasan galian kini diarahkan untuk memiliki fungsi baru.

“Cadas yang keras kami tanami kembali dengan ribuan pohon sengon. Cekungan tambang kami sulap menjadi Telaga Situ Sengon yang menyejukkan. Lahan galian kami ubah menjadi sawah produktif dan ruang berkumpul yang hangat,” ujarnya Kamis (20/08)

Menurut Bunda Bilqis, keberadaan Pawon Sengon juga memiliki makna sosial. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari dua wilayah desa.

“Pawon Sengon bukan sekadar tempat usaha. Pawon Sengon adalah ruang silaturahmi, ruang bertumbuh, dan ruang untuk membangun harapan bersama.”

Momentum HUT RI ke-81, lanjutnya, semakin memperkuat pesan tersebut.

“Inilah salah satu makna kemerdekaan di masa kini: kemerdekaan untuk menyembuhkan alam yang terluka, kemerdekaan untuk membangun martabat ekonomi dari tanah sendiri, dan kemerdekaan untuk menciptakan ruang hidup yang menebarkan berkah bagi sesama.”

Perayaan Anniversary Pawon Sengon berlangsung semarak dengan berbagai perlombaan. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan hingga pembagian hadiah dan door prize.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Paseh Drs. Nuryadin, M.Si., bersama unsur Forkopimcam setempat.

Nuryadin mengapresiasi apa yang dilakukan PT Bilqis dalam membantu masyarakat sekaligus mengembangkan kawasan pascagalian.

“Memberikan contoh bahwa dari galian itu bisa direklamasi menjadi suatu pemandangan yang sangat indah. Di antaranya di sini ada tempat wisata, kemudian dijadikan sawah juga,” ungkapnya.

Menurut Nuryadin, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya agar lahan pascagalian tidak terbengkalai.

“Ini memberikan role model bagi pengusaha-pengusaha lain, biar bekas galian itu tidak mubazir dan tidak menimbulkan dampak bencana.”

Ia juga menyebut Pawon Sengon sebagai salah satu potensi pariwisata yang memberikan warna baru bagi wilayah Paseh Kaler.

Bunda Bilqis pun berharap perjalanan Pawon Sengon ke depan semakin memberikan manfaat.

“Semoga Pawon Sengon terus tumbuh, terus memberi, serta senantiasa bermakna bagi Sumedang dan Nusantara,”ucapnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *