Pewarta : Tim Liputan
Koran SINAR PAGI,Bandung,- Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Mochamad Lukmanul Hakim memfasilitasi pelaku usaha mengikuti webinar akses pasar dan business pitching bersama Wakil Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney untuk memperluas ekspor produk Jabar ke Australia (12/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantu pelaku usaha memahami peluang perdagangan serta karakteristik pasar Australia.
Mochamad Lukmanul Hakim menjelaskan Jawa Barat memiliki 14 Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal yang dikoordinasikan oleh Disperindag Jabar untuk mendukung aktivitas ekspor pelaku usaha.
“Di Jabar terdapat 14 Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal dan Disperindag Jabar berperan sebagai koordinator bagi seluruh IPSKA tersebut,” ujar Lukmanul Hakim.
Produk ekspor Jawa Barat selama ini masih didominasi sektor industri manufaktur, namun ekspor nonmigas ke Australia pada 2025 mengalami perlambatan.
Disperindag Jabar mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang perdagangan dengan Australia yang memiliki kedekatan geografis serta jalur distribusi yang relatif aman.
Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan kerja sama ekonomi Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement untuk meningkatkan akses pasar ekspor.
Wakil Kepala ITPC Sydney Marhaley Sartiko menjelaskan lembaga tersebut berperan mempromosikan produk Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti market intelligence, riset pasar, business matching, serta promosi digital.
“ITPC secara rutin melakukan berbagai kegiatan seperti penyusunan market intelligence, market research, business matching, serta optimalisasi promosi digital melalui company profile dan katalog produk Indonesia,” ujar Marhaley Sartiko.
Marhaley Sartiko menjelaskan pasar Australia memiliki regulasi ketat terutama terkait standar biosecurity, sertifikasi produk, serta kepatuhan terhadap aturan pelabelan.
“Standar biosecurity di Australia sangat tinggi sehingga produk yang masuk harus memenuhi berbagai persyaratan termasuk sertifikasi dan pelabelan yang jelas dan transparan,” kata Marhaley Sartiko.
Produk makanan dan minuman, furnitur, kopi, serta teh dinilai memiliki peluang pasar di Australia karena diminati konsumen dan komunitas Asia yang cukup besar.
Pelaku usaha juga perlu menyiapkan sertifikasi seperti Hazard Analysis and Critical Control Points serta memastikan label produk menggunakan bahasa Inggris.
Kegiatan tersebut diikuti tujuh perusahaan yang mempresentasikan produk unggulan dalam sesi business pitching untuk memperoleh masukan dan peluang penjajakan pasar dari ITPC Sydney.
Beberapa komoditas yang dinilai berpotensi memasuki pasar Australia antara lain kopi, kakao, gula aren, teh, keripik tempe, serta produk minuman kesehatan dan makanan ringan.
Disperindag Jabar berharap kegiatan tersebut membantu pelaku usaha memahami regulasi ekspor sekaligus memperluas jejaring perdagangan internasional sehingga peluang ekspor produk Jabar semakin meningkat.








Komentar