Oleh : Sumiati
1 Muharam 1448 Hijriah baru kita lewati, yang bertepatan dengan hari Selasa tanggal 16 Juni 2026 ini, dan dirayakan oleh kaum muslimin. Tanggal 1 Muharam merupakan peringatan tahun baru bagi umat Islam, yang menandai awal tahun Hijriyah, dari peristiwa hijrahnya nabi Muhammad saw. bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Bagi umat Islam 1 Muharam bukan sekedar pergantian tahun, tetapi juga merupakan momentum refleksi diri. Banyak orang mengisinya dengan memperbanyak ibadah, berdoa, memperbaiki diri dan lain sebagainya.
Selain itu kaum Muslim begitu antusias menyemarakkan momen tahun baru ini dengan berbagai kegiatan seperti pawai obor, tablig akbar, dan berbagai kegiatan lainnya. Namun, dibalik uporia masyarakat menyambut tahun baru Islam, berbagai masalah di dalam negeri terus membelit rakyat sepanjang tahun. Kemiskinan struktural, prostitusi anak, bullying, judol, pinjol, eksploitasi seksual, dan kekerasan terus merajalela.
Di tingkat internasional, genosida di Gaza Palestina dan pelaparan terus terjadi hingga mereka mati secara perlahan. Mirisnya, para penguasa negeri-negeri Muslim tetap diam tanpa mengirimkan bantuan untuk membebaskan Gaza dan Palestina dari penjajahan entitas zionis Yahudi. Tahun baru Islam tiba, namun kondisi umat masih jauh dari predikat khairu ummah. Mengapa hal tersebut terus terjadi?
Sesungguhnya seluruh kenestapaan yang terjadi pada kaum Muslimin di dunia termasuk di dalam negeri ini, akibat Islam tidak diterapkan untuk mengatur kehidupan mereka. Sistem Sekularisme-Kapitalisme yang saat ini diterapkan di bawah kepemimpinan Amerika atas dunia, telah memaksa kaum muslimin untuk menerapkan nya juga. Sistem kehidupan yang memisahkan agama dari kehidupan dan hanya berasas pada manfaat bukan pada halal atau haram, sehingga mengakibatkan kerusakan di seluruh lini kehidupan, sebagaimana yang terjadi di negeri ini.
Ketidakmampuan kaum muslimin membela saudaranya di Palestina, menjadi bukti lemahnya umat Islam di kancah internasional. Hal ini karena tidak adanya institusi Khilafah yang menyatukan kekuatan Islam dan umat Islam untuk menjadi pelindung dan penjaga wilayah kaum muslimin dan rakyatnya dalam mengusir kaum penjajah kufur. Umat Islam saat ini masih terpecah belah karena nasionalisme dan menjadi lemah. Padahal Allah SWT telah memberi predikat Khairu Ummah (sebaik-baiknya umat) kepada kaum muslimin, sebagaimana firman-Nya:
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (TQS. Ali Imran: 110).
Maka Muharam harusnya menjadi momentum untuk muhasabah bahwa semua kenestapaan yang dialami selama ini akibat tidak diterapkannya aturan Allah SWT dalam kehidupan mereka, bukan semata-mata takdir yang harus diterima dengan pasrah. Oleh karena itu, kaum muslimin harus berupaya untuk memperbaiki diri dari kondisi hidup dalam sistem kapitaliisme sekularisme menuju penerapan sistem Islam. Sebagaimana tahun baru hijriah sering diidentikkan dengan momen hijrahnya Rasulullah saw dan kaum muslimin dari kehidupan masyarakat jahiliah (kufur) Mekah menuju kehidupan Islam di Madinah, demikian pula kaum muslimin saat ini, harus berjuang bersama jamaah dakwah Islam ideologis yang mengambil metode dakwah Rasulullah saw, untuk hijrah dari sistem kufur Sekularisme-Kapitalisme menuju sistem Islam dalam naungan sebuah institusi negara warisan Rasulullah saw, yakni khilafah.
Wallahu’alam bishawab








Komentar