(Koran SINAR PAGI)-, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia hadir pada acara Penutupan MTQ Disabilitas yang diselenggarakan oleh MDI (Majelis Dakwah Islamiyah) di Pesantren An Nawawi Purworejo sebagai bentuk dukungan nyata terhadap terwujudnya ruang dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat, menginspirasi serta membuka kesempatan yang setara bagi seluruh penyandang disabilitas untuk berprestasi dan berkarya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Dr. Bahlil Lahadalia, yang hadir langsung pada malam puncak penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat malam.
Turut menyertai kehadirannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI, Dr. H. Wihaji, Ketua MDI Pusat, K.H. Khairul Anam, Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purworejo, alim ulama, asatidz asatidzah, dan peserta dari 13 provinsi se-Indonesia.
Kehadiran umara (pemerintah) di tengah-tengah ribuan santri ini merupakan penegasan atas dukungan penuh terhadap syiar keagamaan moderat (wasathiyah) serta inklusi sosial kemanusiaan yang digelorakan oleh Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Bahlil menyatakan kekagumannya terhadap pelaksanaan kompetisi ini. Dengan kegigihan para kafilah dari berbagai daerah menjadi refleksi keimanan yang sangat mendalam dan cambukan diri bagi siapa saja yang menyaksikannya.
“Saudara-saudara saya ini bukanlah orang yang berkekurangan. Secara fisik, secara kesempurnaan, mungkin berbeda dengan kita. Tetapi kita yang sehat-sehat ini, belum tentu bisa ngaji sebaik apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita. Belum tentu. Terutama bagi diri saya. Mudah-mudahan, inilah cambukan untuk kita pulang, mulai ngaji lagi seperti kita di kampung dulu,” jelasnya
Menurutnya, momentum ini merupakan perwujudan kesetaraan hak dan akses bagi penyandang disabilitas. Hal itu juga sebagai komitmen untuk menginisiasi Undang-Undang Disabilitas dan akan membahasnya bersama Presisen RI.
“Melalui agenda ini, kita ingin menjabarkan pesan bahwa kaum disabilitas juga layak memperoleh akses yang sama di segala bidang. Mereka nggak boleh terabaikan dari hak-haknya. Bahkan karena kekhususannya, kaum disabilitas wajib memperoleh perhatian lebih dari negara. Negara harus hadir, terutama bagi pihak yang membutuhkan. Bila perlu, kita harus menginisiasi Undang-Undang Kaum Disabilitas. Tolong diperkuat. Nanti saya juga akan bicarakan dengan Bapak Presiden. Tegas Bahlil dari atas podium,” ucapnya
Bahlil sempat mengungkapkan nilai keadilan yang diajarkan di dalam Al-Qur’an. Sebagai upaya mewujudkan itu, Kementerian ESDM, sedang mengoptimalkan bumi dan kekayaan alamnya supaya dapat diberdayakan bagi seluruh rakyat Indonesia, agar tidak hanya berputar di kalangan tertentu.
“Salah satu nilai yang diutamakan dalam Al-Qur’an adalah nilai keadilan. Setiap Jumat, khatib mengutip ayat di akhir khutbah, bahwa Allah menyuruh kita untuk berbuat adil. Itu juga yang saat ini dikerjakan oleh pemerintah. Terutama menyangkut keadilan sosial-ekonomi. Pemerintah sedang berusaha keras menjalankan agar bumi dan kekayaan alamnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, agar kesejahteraan tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja. Ini yang sedang kami lakukan, khususnya di Kementerian ESDM. Dalam rangka penetrasi pengelolaan sumber daya alam, tidak boleh sumber daya alam dikuasai oleh suatu kelompok tertentu. Tapi harus dikuasai oleh seluruh rakyat Indonesia yang bisa mengelola untuk kebaikan dan kesejahteraan kita bersama,”ungkapnya
Sebagai wujud konkret atas hal tersebut, Bahlil siap memberi beasiswa bagi para juara yang masih menempuh studi serta mengupayakan lapangan kerja maupun bantuan modal usaha bagi mereka yang sudah lulus agar bisa terus berkreativitas.
“Ini adalah sebuah momentum yang baik. Saya nanti minta yang juara satu, dua dan tiga dari semua kategori, yang masih sekolah dan kuliah, kita kasih beasiswa sampai selesai kuliah. Yang sudah selesai kuliah, nanti cek, kalau yang sudah bisa kerja, kita upayakan. Tapi kalau mereka mau bisnis di lingkungan mereka, nanti kita kasih modal usaha untuk mereka, supaya mereka bisa berkreativitas,”katanya
Tak hanya itu, Bahlil juga meneguhkan komitmen nyata untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi.
“Saya lihat, di sini asrama putrinya sudah ada. Asrama putranya yang belum ada. Maka, kita akan membangun asrama putra untuk pesantren ini. Kalau bisa bulan depan, sudah ditanyakan kepada kiai, konsepnya, gambarnya, semuanya. Kalau tempat lain kita boleh bangun, kenapa di sini nggak kita bangun,”ucapnya
Acara berskala nasional ini ditutup secara paripurna dengan doa yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren, K.H. Achmad Chalwani.
(Sumber: annawawiberjan.id)








Komentar