oleh

25 Tahun Kiprah Perguruan Tinggi An Nawawi Purworejo untuk Bangsa dan Dunia

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-XXV Tahun 2026 dengan mengusung tema “Roots of Collaboration, Wings of Transformation.” Tema tersebut menjadi representasi perjalanan seperempat abad IAI An-Nawawi dalam membangun fondasi kolaborasi yang kuat sekaligus menumbuhkan semangat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.

“Dua puluh lima tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, perjuangan, dan pengabdian. Dengan akar kolaborasi yang kuat dan sayap transformasi yang terus berkembang, IAI An-Nawawi siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang”

Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, M.S.I., dalam awal sambutannya mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, atas berbagai capaian yang telah dilalui.

Dies Natalis ke-XXV Tahun 2026 ini bukan hanya peringatan, tetapi menjadi momen evaluasi untuk melihat ke belakang dengan rasa syukur, ke dalam dengan kejujuran dan ke depan dengan harapan,’’ucapnya Rektor yang aktif sebagai desainer dan pengusaha muda di bidang modest fashion yang berkualitas internasional, saat menghadiri puncak acaranya yang digelar di Auditorium KH. Nawawi Shiddiq, Sabtu (30/5/2026).

Selanjutnya, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, M.S.I., menyampaikan bahwa kampus yang dipimpinnya memiliki cita-cita besar untuk terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

“Ke depan, kampus ini memiliki cita-cita besar yang akan diraih. Kami ini ingin menjadikan Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo sebagai institut yang unggul, adaptif, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai pesantren,” ucapnya.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap perguruan tinggi, dirinya menekankan pentingnya membangun ekosistem kerja yang sehat dan kolaboratif. Sebab, keberhasilan sebuah institusi tidak ditentukan oleh individu semata, melainkan oleh budaya kolektif yang dibangun bersama.

“Tantangan pendidikan hari ini semakin kompleks. Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Teknologi berkembang pesat. Dunia kerja cepat berubah. Harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi juga semakin tinggi. Karena itu, tidak ada satu bagian pun yang bisa bekerja sendiri. Kualitas suatu institusi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh budaya kolektif yang dibangun bersama,” terangnya.

Selain itu, dari berbagai pencapaian perguruan tingginya selama ini. Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, M.S.I., mengungkapkan bahwa pengabdian seseorang tidak selalu dapat diukur melalui penghargaan atau pengakuan formal. Karena cenderung lebih banyak kontribusi yang mungkin tidak terlihat, tetapi tetap memberikan dampak bagi kemajuan institusi.

“Wujud penghargaan terhadap nilai pengabdian seseorang tidak selalu dapat diukur dengan sertifikat atau trofi. Sebab masih banyak kerja-kerja terbaik yang mungkin belum terlihat, namun tetap tercatat oleh institusi dan dicatat oleh malaikat Allah SWT. Karena itu, jangan berhenti bertumbuh, berkontribusi dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Prestasi besar selalu diraih dari kebaikan-kebaikan kecil yang rutin dilaksanakan. Setiap langkah dan tugas yang dilandasi dengan kerja sama yang kuat antar pihak internal dan ekternal kampus. Dengan target untuk menghasilkan sesuatu yang semakin baik, berkualitas, meningkatnya kesejahteraan, rasa aman dan nyaman. Lingkungan yang semakin bersih, budaya kerja kolektif yang dibangun bersama. Maka apapun yang akan dihadapi ke depan. Tidak ada tantangan yang besar atau sulit, kalau kita hadapi dengan komitmen berjuang bersama. Serta niatan yang ikhlas memberi manfaat untuk bangsa, peradaban dan dunia.

Ketua Dewan Senat, IAI An-Nawawi Purworejo dan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, KH. Ahmad Chalwani Nawawi, M.H., yang aktif sebagai Rais ‘Ali Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) masa khidmah 2024–2029. Secara khusus mendoakan supaya IAI An-Nawawi terus berkembang dan mampu melahirkan generasi penerus yang berkhidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

“Semoga semakin sukses ke depannya dan menjadi kampus yang diminati banyak mahasiswa. Semoga mampu mencetak mahasiswa dan mahasiswi yang berguna bagi bangsa dan negara, serta menjadi penggerak dan pengendali Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan masyarakat,” harapnya

Dalam mauidhah hasanahnya, Kiai Chalwani menegaskan pentingnya prinsip “Al-Adabu Fauqal ‘Ilmi” atau adab di atas ilmu. Sebab kecerdasan intelektual tanpa adab tidak akan membawa keberkahan.

Melalui pesan video resminya yang disimak oleh para tamu dan keluaga besar IAI An Nawawi, KH. Ahmad Chalwani Nawawi, M.H., sempat mengisahkan perjalanan Azazil (Iblis) yang memiliki ilmu dan ibadah luar biasa, namun akhirnya terusir dari rahmat Allah SWT, karena kesombongan atau hilangnya adab.

Maka jangan sampai hanya mengandalkan ilmu, tetapi harus lebih mengedepankan adab. Sebab iblis atau Azazi dahulunya ahli ibadah yang melebihi malaikat, namun karena kesombongannya. Dirinya dilaknat Alloh Subhanalloh wa Ta’ala hingga menjadi penghuni Neraka selamanya.

Melalui kisah masyhur itu, Kiai Chalwani berharap IAI An-Nawawi mengarahkan agar kampusnya fokus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, serta mampu menjadi penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Pada puncak Dies Natalis XXV tersebut, Ketua Yayasan An-Nawawi Berjan, Purworejo, K.H. Raden Muhammad Maulana Alwi, S.H., menutup dengan doa khusus untuk para pendiri dan penerus lembaga pendidikan An-Nawawi untuk kemajuan ke depannya

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Rangkaian Dies Natalis diawali dengan Opening Ceremony yang menjadi simbol dimulainya seluruh agenda perayaan. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, alumni, serta berbagai tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan sambutan mengenai perjalanan IAI An-Nawawi selama 25 tahun dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkontribusi bagi masyarakat. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni serta peluncuran rangkaian program Dies Natalis yang akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan.

Menumbuhkan Kepedulian Melalui General Cleaning

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, panitia menyelenggarakan kegiatan General Cleaning yang melibatkan civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.

Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari budaya akademik. Semangat gotong royong yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi yang diusung dalam tema Dies Natalis tahun ini.

Memperluas Wawasan Global lewat Seminar Internasional

Salah satu agenda unggulan dalam Dies Natalis XXV adalah Seminar Internasional yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang akademik dan negara. kegiatan seminar internasional diisi oleh Keynote Speaker, Rektor Institut Agama Islam An-Nawawi sendiri yaitu Hj. Khoirun Nisa’ M.S.I. dan 3 speaker yaitu:

  1. Ir. Mangesh B.E (INDIA): Project Manager
  2. Dr. Lilis Fauziah Balgis, SH.I., MA.EK: Chairperson Of PC Pergunu Kab. Bogor
  3. Fetra Nur Hikmah, S.PSI.: Cahirperson Of Nawaning Central JP3M
Seminar internasional sebagai pembuka kegiatan dies natalis yang menghadirkan Narasumber dari India (Ir. Mangesh, B.E), Dr. H. Lilis Fauziah Balgis, S.H.I., M.A Ek. (Ketua Pergunu Bogor), Fetra Nur Hikmah, S.Psi (Ketua JPPPM Pusat) yang bertemakan “Quarter Life Crisis: Who Am I Outside of My GPA?”.

Kegiatan ini menjadi forum pertukaran gagasan dan pengalaman lintas budaya yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Melalui seminar ini, peserta memperoleh perspektif baru mengenai tantangan dan peluang dunia akademik serta pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi perubahan zaman.

Menguatkan Nilai Kemanusiaan dalam Charity Event

Sebagai institusi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan, IAI An-Nawawi juga mengadakan Kunjungan Panti Asuhan (Charity Event).

Kegiatan sosial ini menjadi sarana menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama. Selain memberikan bantuan kepada anak-anak panti asuhan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar mengenai pentingnya berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menghidupkan Spirit Qur’ani melalui Simaan Al-Qur’an

Nuansa religius Dies Natalis semakin terasa melalui kegiatan Simaan Al-Qur’an yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus. Simaan Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa kemajuan akademik harus selalu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan spiritualitas.

Berbagi Kehidupan Melalui Donor Darah

Komitmen terhadap kemanusiaan juga diwujudkan melalui kegiatan Donor Darah yang bekerja sama dengan pihak terkait.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa dan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, donor darah menjadi bentuk nyata kontribusi kampus terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mengajarkan pentingnya semangat berbagi untuk menyelamatkan sesama.

Membangun Budaya Literasi Melalui Bazar Buku

Dalam rangka meningkatkan minat baca dan budaya literasi, panitia menghadirkan Bazar Buku yang menyediakan berbagai jenis buku dari beragam disiplin ilmu. Bazar buku diisi oleh beberapa kegiatan yaitu:

  1. Talkshow Literasi Ole Ning Najhaty Sharma dengan tema “Pena Digital: Menulis Cepat, Membaca Tepat”
  2. Ngaji Jurnalistik oleh Team Jurnalistik Media Sidogiri
  3. Bedah Buku Oleh Pak Imam Nawawi dari Team penerbit Istana Agency Yogyakarta

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap bahan bacaan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Kehadiran bazar buku sekaligus menegaskan komitmen IAI An-Nawawi dalam mendukung gerakan literasi di tengah perkembangan teknologi digital.

Meneladani Ulama Melalui Ziarah Tour

Nilai-nilai spiritual dan historis juga dihadirkan melalui kegiatan Ziarah Tour ke makam para ulama.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat keteladanan, meningkatkan kecintaan terhadap perjuangan para ulama, serta mempererat hubungan antara tradisi pesantren dan dunia akademik. Melalui ziarah, peserta diajak untuk merefleksikan nilai perjuangan, keilmuan, dan akhlak yang diwariskan oleh para pendahulu.

Menumbuhkan Semangat Kompetisi melalui Lomba Akademik

Dalam bidang akademik, Dies Natalis XXV menghadirkan berbagai Lomba Akademik yang melibatkan mahasiswa dan siswa tingkat SMA/sederajat.

Perlombaan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan intelektual, kreativitas, serta daya saing dalam bidang akademik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara IAI An-Nawawi dengan sekolah-sekolah di berbagai daerah.

Mendorong Pemberdayaan Ekonomi melalui Stand Bazar

Kemeriahan Dies Natalis semakin terasa dengan hadirnya Stand Bazar yang melibatkan mahasiswa, pelaku UMKM, dan komunitas lokal.

Berbagai produk kreatif, kuliner, dan hasil usaha ditampilkan dalam kegiatan ini. Stand bazar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat.

Melestarikan Budaya Lewat Pertunjukan Pencak Silat

Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya bangsa, panitia menyelenggarakan Pertunjukan Pencak Silat. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian pengunjung sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Menjangkau Generasi Digital melalui The 25th Legendary Cup

Perayaan Dies Natalis juga mengakomodasi perkembangan teknologi dan minat generasi muda melalui ajang The 25th Legendary Cup, sebuah kompetisi e-sport yang diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mengasah strategi, keterampilan, kerja sama tim, dan sportivitas dalam dunia digital yang semakin berkembang pesat.

Kegiatan fun run yang diikuti oleh 1038 peserta (civitas akademika, mahasiswa, peserta umum/luar, santri pondok pesantren An- Nawawi Berjan, MA dan MTs An-Nawawi Berjan)

Mengajak Hidup Sehat melalui Fun Run

Antusiasme masyarakat turut terlihat dalam kegiatan Fun Run yang melibatkan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Dengan suasana yang meriah dan penuh semangat, kegiatan ini bertujuan mengampanyekan pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar.

Menghibur dan Menyatukan melalui Live Music

Sebagai bagian dari hiburan, Dies Natalis XXV menghadirkan Live Music yang menampilkan berbagai musisi dan penampil lokal. beberapa guest star atau bintang tamu spektakuler yang tampil dalam live music berasal dari para seniman lokal Purworejo, yaitu:

  1. Dj Nawwlabs
  2. Akustik Papilond Kustik
  3. Band Bercerita Makna

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tercipta sepanjang acara, menjadikan pertunjukan musik sebagai sarana mempererat hubungan antarpeserta sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh pengunjung.

Malam Puncak: Puncak Apresiasi dan Refleksi Seperempat Abad

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Malam Puncak Dies Natalis XXV IAI An-Nawawi Purworejoyang berlangsung meriah dan penuh makna.

Semua acara itu menjadi momentum apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian Dies Natalis. Berbagai penghargaan diberikan kepada peserta lomba, panitia, dan pihak-pihak yang mendukung kegiatan. Selain diisi dengan hiburan dan penampilan seni, malam puncak juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan 25 tahun IAI An-Nawawi dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas.

Dalam suasana penuh kebanggaan, seluruh civitas akademika diajak untuk terus menjaga semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi demi mewujudkan visi besar kampus di masa depan.

Dies Natalis XXV IAI An-Nawawi Purworejo menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pengabdian, pemberdayaan, dan transformasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *