oleh

Harlah ke 27, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Bahri Al Mashoolih, Meneladani Ulama, Menguatkan Umat, Membangun Peradaban

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Dalam rangka memperingati Harlah ke 27, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Bahri Al Mashoolih menyelenggarakan berbagai kegiatan. Mulai dari Perlombaan Siswa dan Santri, Seminar Literasi Keuangan, Tahlil Akbar, Sosialisasi Adiwiyata, Tabligh Akbar, dan Khotmil Qur’an. Acara berlangsung di Kp Sukasari RT 01, RW 12, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang pada 20-25 juli 2026.

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kiayi Asep Setiawan S.Pd.I., Pimpinan PP. Nurul Bahri Al Mashoolih sebagai Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC NU Katapang atau penasihat jamaah dan jamiyah Nahdlatul Ulama.

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang saat menyambut penceramah acara Harlah ke 27 Yayasan Pondok Pesantren Nurul Bahri Al Mashoolih

Menurutnya, dengan belajar di pesantren ini atau Pondok Pesantren Nurul Bahri Al Mashoolih yang ada di Kecamatan Katapang, akan terhubung sanad keilmuan kepada pendiri Nahdlatul Ulama.

Sesuai apa yang disampaikan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang telah menjamin siapa saja yang berkhidmat di NU akan diakui sebagai santri dan didoakan husnul khatimah.

“Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husunul khatimah beserta keluarganya,” kata Ustadz Awan Mulyana Al Murzani menyampaikan wasiat KH Hasyim Asy’ari.

Pada momen tersebut, Pengasuh  Ponpes Nurul Bahri Al Mashoolih, Reni Meilani, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan Alhamdulillah di tanah milik Alloh ini dan pesantren ini milik Alloh. Masih tetap berdiri, berkembang, didukung kehadirannya dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Semoga sesuai namanya Nurul Bahri Al Mashoolih. Pesantren ini dapat membentuk generasi yang shoolih,” ungkapnya menyampaikan harapannya saat memperingati Harlah ke 27 pesantrennya.

Pada acara yang berlangsung, KH. Asep Syamsudin, S.Ag., sebagai penceramah membahas tentang Manusia yang disebut dalam Al quran ada 12 jenis, serta ada sekitar 935 ayat yang membahas tentangnya.

“Kalau kita ingin tahu siapa itu manusia, maka bertanyalah kepada yang menciptakannya. Dengan mempelajari Al Quran / wahyu sebagai kalam (firman) Allah SWT atau bertanya langsung kepada Al-Ulama waratsatul anbiya,” ucapnya anggota DPRD Jabar yang memilih menyempatkan mengisi pengajian, setelah mengikuti Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat.

KH. Asep Syamsudin, S.Ag., lebih jelasnya, mencontohkan manusia dengan mahluk lainnya, antara pohon pisang, kambing dan manusia. Antara satu dengan yang lainnya ada kemiripan, namun yang menjadi perbedaan paling utama menurut Ibnu Sina dari berbagai jenis mahluk tersebut ialah hanya manusia yang diberi keunggulan akal untuk berpikir.

Maka untuk mengenal tentang manusia itu hingga siapa yang menciptakannya, perlu diawali dengan upaya mengenal diri.

ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

 “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”

Selanjutnya KH. Asep Syamsudin, S.Ag., membahas tentang ilmu Aqidah, Syari’ah dan Tasawuf, sebagai landasan menjadi manusia yang beriman, Islam dan Ihsan.

“Sebagai bekal hidup di Dunia dan menuju Akhirat. Dengan memperlajari semua itu, minimal membaca 1-2 jam perhari untuk memahaminya. Kalau tidak sempat, maka minimal mengikuti pengajian seperti ini,”ucapnya mengajak jamaah yang hadir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *