(Koran SINAR PAGI)-, Tahun ini, Majalah Risalah Nahdlatul Ulama terbitan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama berusia 19 tahun, terhitung sejak 20 mei 2007 hingga 2026. Tema hari lahir Majalahnya ialah “Bangkit & Berkhidmat Tanpa Batas”
Pengelola Majalah Risalah NU wilayah Bandung Raya dan Priangan, Dwi Arifin merespon tema tersebut dengan berupaya menjalankan berbagai strategi untuk kemajuan Majalah Risalah di daerah.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai pelosok daerah di Bandung Raya, Priangan dan Sekitarnya. Masih banyak jam’iyah dan jamaah yang belum mengenal tentang Majalah Risalah. Sehingga perlu strategi untuk eksistensi Majalah Risalah ke depan,” jelasnya
Strateginya, pertama mengoptimalkan untuk mempromosikan Majalahnya kepada mereka (Jam’iyah dan Jamaah Nahdlatul Ulama), selanjutnya membangun kerjasama dalam bidang publikasi, serta upaya untuk terus memperluas jumlah publik bacanya.
Melalui ikhtiarnya, jika ada kegiatan NU, misalnya Lailatul Ijtima atau Yaumul Ijtima, peringatan hari besar islam, pengajian rutin dan momen pertemuan lainnya. Harus ada Majalah Risalah yang disajikan untuk melengkapi berbagai kegiatan tersebut.
Selain itu, selanjutnya Majalah Risalah berupaya fokus untuk menumbuhkan budaya baca hingga daya baca, sampai berbuah menjadi kebiasaan menulis untuk dibaca oleh publik atau membentuk publik baca yang lebih produktif. Adanya tulisan-tulisan dari pembaca Majalah Risalah yang dipublikasikan melalui media cetak dan online, hal itu dapat menarik pelanggan atau pembaca yang baru dari lingkungan terdekatnya.
“Semoga melalui proses itu, dapat mewujudkan Majalah Risalah yang bangkit, serta bagi pengelola dan pembacanya menjadi jalan berkhidmat tanpa batas,”ungkapnya.
Dwi Arifin mengungkapkan melalui berlangganan Majalah Risalah atau mempublikasikan harokah Nahdlatul Ulama di daerah, targetnya dapat menumbuhkan budaya baca atau mengamalkan ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad di Mekkah.
Surat Al-‘Alaq ayat 1:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Sedangkan dengan mempublikasikan harokahnya, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun kiprah organisasi hingga ke tingkat anak ranting Nahdlatul Ulama yang ada di desa.
Setelah jamaah dan jamiyah Nahdlatul Ulama mengenal lebih dekat hingga berlangganan media cetak atau menjadikan media online RisalahNu menjadi bahan bacaan rutin dan referensi tambahan. Maka selanjutnya Majalah Risalah memprioritaskan memperluas jangkauan kepada mereka yang belum termasuk jamaah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Secata tidak langsung ketika kita berlangganan Majalah Risalah, 1 Majalah tersebut dapat dibaca oleh orang terdekat. Mulai dari keluarga, tetangga dan tamu yang berkunjung. Semoga Majalah Risalah di masa depannya semakin memiliki publik baca atau pelanggan yang terus meningkat jumlahnya. Sebagai upaya mengimbangi kecepatan infromasi berbasis digital.
Sebab dengan membaca sumber media cetak dan informasi berbasis digital. Sebagai upaya mengamalkan kaidah fiqih
المُحَافَظَةُ عَلَى القَدِيمِ الصَّالِحِ وَالأَخْذُ بِالجَدِيدِ الأَصْلَحِ
“Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.”









Komentar