oleh

Kolaborasi Bersama Unpad, Siswa SMAN 18 Bandung Diarahkan Menjadi Pelopor Peduli Lingkungan

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Sebagai upaya mengoptimalkan peran Catur Pusat Pendidikan yang menjadi konsep dalam Permendikdasmen No 6 Tahun 2026. Media Cetak dan Online Koran SINAR PAGI secara khusus mempublikasikan para pelajar berprestasi di lingkungan pendidikan yang ada di bawah Kemendikdasmen RI.

Satu di antaranya, pelajar dari SMAN 18 Kota Bandung, Jawa Barat yang peduli dengan lingkungan sekolah dan masyarakatnya dalam hal mengurangi sampah atau mengolah sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Sofwan sebagai Ketua Kelompoknya, bersama Adit dan Najwa serta anggota OSIS SMAN 18 Kota Bandung setelah pulang sekolah. Mereka secara rutin setiap harinya bersama 7-10 pelajar lainnya, berupaya mandiri mengelola sampah yang ada di lingkungan sekolahnya.

Sofwan mengharapkan setiap sampah yang diolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat untuk lingkungan dapat diminati oleh masyarakat luas. Sehingga antara jumlah produksi yang terkumpul di SMAN 18 dapat segera terdistribusikan atau terjual.

“Kalau ada keuntungan, nanti dananya dipakai untuk pengembangan pengelolaan sampah yang lebih efektif. Misalnya sampah diolah menjadi pakan hewan ternak,” katanya

Sofwan menceritakan bahwa ilmu mengelola sampahnya diperoleh dari neneknya di rumah, di sekolahnya dari guru-gurunya. Serta dari dosen perguruan tinggi yang menjadi mitra sekolah dan ilmu lainnya yang bersumber dari youtube atau bahan bacaan tentang perkembangan terbaru dalam pengelolaan sampah.

Kepala SMAN 18 Kota Bandung, Dani Wardani, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa program yang terlaksana kolaborasi dengan perguruan tinggi Universitas Padjadjaran.

“Sebelumnya pihak sekolah membuka bidang baru dalam OSIS yaitu Lingkungan Hidup sebagai pelaksananya. Selanjutnya pihak guru dan dosen Universitas Pajajaran, merancang programnya. Supaya siswa dapat menghasilkan karya dari upaya pengelolaan sampah yang ada di sekitarnya,” jelasnya saat wawancara bersama Koran SINAR PAGI mendampingi para siswanya (11/6/2026)

Menurutnya alumni dari sekolah ini, mereka ada yang menjadi tokoh Nasional dalam peduli lingkungan, sehingga secara khusus diundang oleh Presiden Prabowo untuk menangani berbagai masalah lingkungan yang ada di berbagai daerah.

Pandawara Group atau kelompok pemuda asal Bandung ini terdiri dari lima sekawan yang terkenal dengan konsisten aksinya membersihkan sungai, pantai, dan gorong-gorong dari sampah. Beranggotakan Gilang Rahma, M. Ikhsan Destian, Rifqi Sa’dullah, Rafli Pasya, dan Agung Permana, mereka adalah lulusan SMAN 18 Bandung yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, termasuk Sungai Citarum.
“Harapanya setelah terjalin kolaborasi dengan Unpad untuk percontohan menangani program penanganan sampah ini. Selanjutnya dapat memberikan peluang khusus untuk alumni SMAN 18 Bandung, setelah lulus dapat diprioritaskan diterima di Universitas Padjadjaran,” ungkapnya

Selain itu, untuk mengurangi sampah bekas air minum, pihak sekolah berrencana bekerja sama dengan perusahaan air minum yang populer untuk mencukupi kebutuhan konsumsi air harian bagi para siswanya. Dengan menyediakan galon-galon air minum untuk para siswanya.

Wakasek Bidang Humas SMAN 18 Bandung, Gita Maharani, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya berupaya mempromosikan karya siswanya kepada pihak-pihak terdekat, misalnya dinas terkait atau orang tua murid yang berkunjung ke sekolah. Supaya produk komposnya dapat diketahui oleh publik dan digunakan untuk kebutuhan di lingkungannya.

Guru Pendamping program tersebut, Allia Labaiky, S.Pd., menyatakan bahwa para pelajar yang terbukti aktif peduli lingkungannya. Setelah lulus, mereka akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pribadi yang terampil, peduli atau ramah lingkungan untuk mendukung mereka diterima ditempat mereka bekerja atau tempat berkarirnya.

“Target utama program ini, ialah para siswanya berperan aktif atau pandai mengelola sampah yang ada di sekitarnya, serta dapat menjadi pelopor penduli lingkungannya di masyarakat,” ungkapnya

Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, sebelumnya Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., Analis Kebijakan Ahli Muda Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII sempat membeli produk kompos hasil siswanya dan mempromosikan melalui media sosialnya. Serta para orang tua siswa lainnya yang membutuhkan kompos juga meminati untuk menggunakan kompus tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *