Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Aksi heroik dan respons cepat ditunjukkan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 899/Bata Satya Gardapati (Yonif TP 899/BSG) saat kebakaran melanda sebuah workshop milik Bapak Randi Purnomo di Desa Pasir Putih, Sawangan, Depok.
Begitu laporan masuk, alarm bahaya kebakaran di Asrama langsung meraung. Karena jarak lokasi yang sangat dekat, hanya 1 Km dari Asrama, satuan langsung menerapkan prinsip golden time 5 menit.
Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati, Letkol Inf. Satriyo Pinandito, S.Sos., M.Han., M.Sc., membenarkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan 2 unit Kendaraan Pemadam (Ran Damkar) Satuan lengkap dengan personel berpakaian APD.
Kebakaran akibat korsleting listrik sangat berbahaya dan mudah merembet. Langkah pertama kami adalah mengamankan personel, membunyikan sirene kesiapsiagaan, dan mengerahkan 2 unit Ran Pemadam menuju lokasi. Kecepatan dalam 5 menit pertama sangat menentukan,” tegas Letkol Satriyo Pinandito kepada wartawan, Jumat Malam (19/9/2026).
Letkol Satriyo menjelaskan, dalam operasi pemadaman tersebut, pihaknya menjalankan Prosedur Tetap (Protap) TNI AD secara terukur:
1. Respons Cepat dan Koordinasi,
Begitu perintah gerak diberikan Perwira Siaga, 2 unit Ran Damkar langsung meluncur. Bersamaan dengan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Damkar Kota Depok Pos Sawangan dan PLN untuk memutus total aliran listrik di wilayah Pasir Putih, demi keamanan tim dari sengatan listrik.
2. Bagi Dua Sektor di Lokasi,
Setibanya di lokasi, tim langsung dibagi dua untuk efektifitas.
– Unit 1 sebagai Penyerang Utama : Fokus menjinakkan titik api di dalam workshop menggunakan foam dan semprotan air terarah, mengingat bengkel rawan bahan minyak dan kimia yang mudah terbakar.
– Unit 2 sebagai Pelindung : Fokus melakukan isolasi dan penyekatan agar kobaran api tidak merembet ke rumah-rumah warga yang sangat padat di sekitarnya.
Personel lainnya bersama warga membantu melokalisir area, mengamankan radius lokasi agar jalur evakuasi dan ruang gerak kendaraan pemadam tidak terhambat,” imbuh Letkol Satriyo.
3. Pastikan Api Padam Total,
Setelah api berhasil dikuasai, tugas belum selesai. Prajurit melanjutkan tahap cooling down atau pendinginan, menyemprotkan air ke seluruh sudut workshop untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa menyala kembali.
“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Seluruh personel dan material kami cek kembali dalam keadaan aman. Ini adalah wujud komitmen kami Yonif TP 899/BSG untuk selalu hadir dan cepat tanggap membantu kesulitan masyarakat di sekitar asrama,” pungkas Danyon yang bermarkas di Cipayung, Depok tersebut.
Aksi cepat prajurit Yonif TP 899/BSG ini mendapat apresiasi dari warga Desa Pasir Putih karena berhasil mencegah kebakaran yang lebih luas.








Komentar