Pewarta : Tim Liputan
Koran Sinar Pagi, Sumedang — Pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Sumedang pada 28 Oktober 2026 menjadi perhatian tersendiri karena untuk pertama kalinya menggunakan sistem digital, berdasarkan informasi yang disampaikan. Momentum ini dinilai penting untuk mendorong penyelenggaraan demokrasi desa yang mengikuti perkembangan teknologi.
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Acep Hidayat Komarudin, A.Md., mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan Pilkades tersebut dengan menjunjung tinggi integritas, ketertiban, dan tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa penggunaan sistem digital perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai prosedur pemilihan. Karena itu, warga diminta mengikuti informasi dan petunjuk resmi dari penyelenggara agar tidak mengalami kebingungan saat pelaksanaan.
“Pilkades digital pertama ini menjadi momentum bagi kita untuk mendukung perkembangan demokrasi di tingkat desa. Saya mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri, memahami mekanisme yang ditetapkan, dan bersama-sama menjaga agar pelaksanaannya berjalan tertib serta lancar,” ujar H. Acep saat dijumpai, Selasa (27/10).
Legislator dari Dapil II yang meliputi Kecamatan Surian, Buahdua, Tanjungkerta, Tanjungmedar, Cimalaka, dan Cisarua tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pemilihan yang bersih dan bebas dari politik uang.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan desa harus ditentukan melalui pertimbangan yang objektif terhadap kemampuan, integritas, dan komitmen calon dalam melayani masyarakat.
“Jangan biarkan politik uang merusak nilai demokrasi. Hak pilih adalah amanah yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Masyarakat harus memiliki kebebasan menentukan pilihan tanpa tekanan maupun iming-iming imbalan,” tegasnya.
H. Acep turut mengimbau para calon kepala desa, tim pendukung, dan seluruh warga untuk menjaga etika selama proses pemilihan. Ia meminta semua pihak tidak menyebarkan fitnah, provokasi, maupun informasi yang belum terverifikasi.
Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan, bukan dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Kompetisi dalam Pilkades harus berlangsung secara sehat. Hormati perbedaan pilihan dan utamakan kepentingan masyarakat. Setelah proses pemilihan selesai, kita harus kembali bersatu untuk membangun desa,” tambahnya.
H. Acep berharap Pilkades Serentak berbasis digital ini dapat terlaksana secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat budaya demokrasi yang jujur dan bermartabat.
“Kesuksesan Pilkades bukan hanya soal siapa yang terpilih, tetapi juga bagaimana prosesnya dijalankan. Mari dukung sistem digital, tolak politik uang, gunakan hak pilih secara bijak, dan jaga persatuan demi kemajuan desa,” pungkasnya.








Komentar