oleh

Perlu Sarana Pendukung Lab Bahasa Inggris untuk Optimalisasi Mata Pelajaran Wajib di SD

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Belajar bahasa Inggris sejak dini sangat dibutuhkan untuk generasi siswa Sekolah Dasar saat ini, didukung oleh perkembangan otak anak-anak yang lebih mudah menyerap bahasa baru. Yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan menumbuhkan kecerdasan linguistik. Serta bahasa tersebut dapat menjadi modal tambahan untuk meraih karier di era globalisasi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Program yang menjadi langkah awal pemerintah dalam menyiapkan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai tahun pelajaran 2027/2028.

Anggie Apiansyah Setiadi, S.Pd., Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris SDN 019 Pabaki, Bandung yang sebelumnya menghadiri acara sosialisasi program tersebut mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris, khususnya bagi generasi ke depan yang berada di kota Bandung dapat mendukung Kota Bandung yang telah memiliki potensi besar sebagai kota wisata.

Menurutnya siswa kelas III saat ini di sekolahnya, sudah mulai belajar bahasa Inggris secara rutin. Mulai dari mengenal nama-nama benda atau sesuatu yang berada di lingkungan Sekolah dan di rumahnya.

Setelah itu mereka, di kelas selanjutnya belajar menulis, membaca dan berkomunikasi memakai bahasa Inggris.

“Jika ada yang ingin lebih mendalam belajar bahasa Inggrisnya. Para siswa diarahkan mengikuti ekstrakurikuler English Club, sebagai kegiatan tambahan di sekolah yang bertujuan melatih dan meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa melalui metode yang lebih santai, interaktif, dan komunikatif,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI di ruang kepala sekolah (27/10/2026)

Anggie Apiansyah Setiadi, S.Pd., menceritakan bahwa keberanian berkomunikasi memakai bahasa Inggris siswanya sangat baik. Hal itu terlihat saat berkunjung ke Museum Pos Indonesia, ada siswa yang bertemu dengan orang asing atau luar negari. Dia langsung mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris yang sebelumnya telah dipelajari di sekolah.

Anggie Apiansyah Setiadi, S.Pd., menyampaikan perihal media pembelajaran yang selama ini difungsikan, mulai dari bahan bacaan berbasis cetak, speaker / audio dan layar digital untuk menampilkan video praktek berbahasa Inggris.

“Namun ada yang perlu dilengkapi ialah Lab Bahasa Inggris, seperti yang ada untuk di jenjang SMP,”ucapnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *