(Koran SINAR PAGI)-, Jumlah pembaca media cetak yang terus menurun, perlu disikapi secara khusus agar media cetak (Koran, Majalah dan Tabloid) tetap berumur panjang di era digital.
Kepala Pusat Pengembangan Relasi Media Massa Organisasi Profesi Jurnalis Independen Bersatu, Dwi Arifin menjelaskan dalam rangka menyambut 100 tahun berbahasa Indonesia dan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra yang rutin diperingati pada 28 Oktober.
“Di tahun 2026, Organisasi Profesi Jurnalis Independen Bersatu telah berupaya untuk melengkapi arsip jejak perkembangan media cetak yang berhubungan dengan Trigatra Bangun Bahasa. Sebagai ikhtiar melestarikan jejak perkembangan media cetak berbahasa daerah, berbahasa Indonesia atau berbahasa Asing. Sejak pra hingga pasca kemerdekaan, sejak era informasi berbasis media cetak hingga penyerbaran informasi berbasis digital yang semakin populer dan diminati untuk para publik baca saat ini,” ucapnya kepada media cetak dan online (24/10/2026)

Program tersebut rencananya akan dikolaborasikan dengan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama yang berada di wilayah terdekat, sebagai upaya melengkapi karya media cetak yang memiliki kefokusan mempublikasikan bahasa atau sastra Arab atau pengelola media cetak yang ada di daerah.
Menurutnya kehadiran Perpustakaan Media Cetak Trigatra Bangun Bahasa akan memiliki banyak fungsi jangka panjang. Mulai dari tempat wisata edukasi dengan melihat sejarah dari sumber arsip media cetak. Merumuskan strategi pengembangan media cetak di masa depan berdasarkan fakta terdahulu dan terbaru. Sebagai sumber penelitian tentang karya media cetak yang telah menjadi prioritas masyarakat dalam mengumpulkan berbagai referensi untuk pelengkap bidang ilmu yang sedang dipelajarinya. Melestarikan bahan bacaan yang berbasis bahasa daerah, bahasa Indonesia atau bahasa Asing, serta menjadi ruangan baru bagi mereka yang telah gemar atau hobi membaca media cetak.









Komentar