Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Ja’far, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
Allah akan bersama orang yang mempunyai hutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut dengan catatan hutang tersebut untuk suatu kepentingan yang tidak dibenci oleh Allah.[HR Ibnu Majah]

Berbicara tentang masalah keuangan sama halnya membicarakan suatu masalah klasik yang paling mendasar yang dialami manusia tanpa memandang jenis kelamin, agama, suku dan kebangsaannya. Orang yang mengalami masalah keuangan akan menghadapi masalah cukup besar dan itu tentu akan mengganggu kehidupannya. Untuk mengatasinya biasanya jalan pintas yang ditempuh adalah dengan cara berhutang.

Ketahuilah bahwa hutang ternyata tidak hanya membawa konsekwensi duniawi namun juga konsekwensi ukhrawi. Bagaimana tidak, Rasul bersabda :
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
Jiwa seorang mukmin masih menggantung hingga hutangnya dibayarkan. [HR. Tirmidzi]

Salamah bin al-Akwa’ RA berkata : “Bahwasanya didatangkanlah jenazah kepada Nabi SAW, maka beliau bertanya : “Apakah dia memiliki hutang?”. Mereka mengatakan, “Tidak”. Maka Nabipun menyolatkannya. Lalu didatangkanlah janazah yang lain, maka Nabi SAW bertanya, “Apakah Dia memiliki hutang?”, mereka mengatakan, “Iya”, Nabi berkata, “Sholatkanlah saudara kalian”.

Abu Qotadah berkata,
علي دينه يا رسول الله
“Aku yang menanggung hutangnya wahai Rasulullah”. Maka Nabipun menyolati jenazah tersebut [HR Al-Bukhari]

Dalam riwayat yang lain disebutkan maka Rasulullah SAW setiap bertemu dengan Abu Qatadah Nabi bertanya “Bagaimana dengan dua dinar (yaitu yang menjadi tanggungan Abu Qatadah atas mayat)?”. Hingga akhirnya Abu Qatadah berkata, “Aku telah membayarnya wahai Rasulullah!”. Nabi berkata, “Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya” [HR Al-Hakim]

Mengomentari hadits tersebut Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata : “Di dalam hadits ini terdapat peringatan akan beratnya permasalan hutang, dan bahwasanya tidak sepantasnya seseorang berhutang kecuali dalam kondisi darurat” [Fathul Bari]

Maka sebaiknya batasilah hutang sebagai emergency exit untuk kepentingan yang diridloi Allah swt.

Jika anda mempunyai hutang segeralah lunasi hutang anda begitu jatuh temponya. Jauhilah niat buruk ketika berhutang yaitu niat tidak mengembalikannya. Sebab Rasul SAW bersabda : “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” [HR. Ibnu Majah]

Maka sesulit apapun kondisi keuangan anda, tetaplah berusaha melunasi hutang, dan jangan menyerah. Optimislah Allah akan membantu masalah hutang anda seperti janji Rasul di atas. Berdo’alah seperti yang diajarkan oleh Nabi kepada sahabatnya.

Dari Abu Wail berkata: “Ada seorang (budak) laki-laki datang kepada Ali bin Abi Thalib RA dan berkata, “Wahai amirul mukminin, saya tidak mampu melunasi uang syarat pembebasan saya, maka bantulah saya!”

Mendengar hal itu, Ali bin Abi Thalib berkata, “Maukah engkau apabila aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepadaku. Dengan beberapa patah kata itu, seandainya engkau memiliki hutang sebesar gunung Shir niscaya Allah akan membayarkan hutangmu. Bacalah:
اللهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal, sehingga aku terhindar dari rizki yang haram dan perkayalah aku dengan karunia-Mu, sehingga aku tidak meminta kepada selain-Mu.” [HR. Tirmidzi]

Dari Abi Said Al-khudriy RA, berkata : “Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid, dan di kejutkan oleh keberadaan seorang lelaki dari kalangan sahabat Anshar yang bernama Abu Umamah (sedang duduk termenung). Maka Rasul memanggil : ” wahai Aba Umamah mengapa aku lihat engkau duduk di sini di selain waktu solat??…
Abu Umamah berkata : “kesumpekan yang mengikutiku dan juga Hutang hutangku wahai Rasulallah..”

Rasul SAW bersabda : ” apakah mau aku ajarkan kepadamu doa jika engkau baca, maka Allah akan menghilangkan kegelisahan mu dan Allah akan lunaskan hutang hutangMu..??”
Abu Umamah : ” tentu wahai Rasulallah”
Rasulullah SAW : ” bacalah pada pagi dan petang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَال

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

Abu Umamah : “maka aku lakukan ajaran Rasulullah itu dan Allah pun menyingkirkan kesumpekan dan melunaskan hutang hutangku” [HR Abu Dawud]

Rasul SAW juga pernah memberikan doa pelunasan hutang kepada sahabat Muad RA. “Wahai Muadz, maukah kau, ku ajari doa jika kau baca, maka Allah akan melunasi hutangmu meskipun sebanyak gunung uhud? Bacalah :
اللهم مالك الملك تؤتي الملك من تشاء، بيدك الخير إنك على كل شيء قدير، رحمن الدنيا والآخرة ورحيمهما، تعطيهما من تشاء، وتمنع منهما من تشاء، ارحمني رحمة تغنيني بها عن رحمة من سواك
[HR Thabrani] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari memberikan kemudahan untuk melunasi semua hutang dan memberikan rizki yang barokah kepada kita semua.

Penulis:
Dr.H.Fathul Bari., S.S., M.Ag.,

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *