oleh

Sambut Muktamirin NU, Posko Muhammadiyah Bagikan 10.000 Porsi Bakso dan Mie Telur Rebus Gratis

(Koran SINAR PAGI)-, Belasan ribu peserta Muktamar NU langsung menemukan kehangatan di tenda sederhana usai mengikuti acara pembukaan. Posko Muhammadiyah setempat membagikan makanan hangat gratis bagi siapa saja yang melintas. Langkah nyata ini menjadi bukti kuat bahwa ukhuwah NU Muhammadiyah terjalin sangat erat tanpa memandang sekat organisasi.

Pemandangan menyejukkan ini terlihat jelas di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada hari Kamis (26/8/2026). Dilansir dari muhammadiyah.or.id Keluarga besar Muhammadiyah Jombang sengaja mendirikan fasilitas tersebut untuk melayani para muktamirin. Mereka bahu-membahu menyiapkan 10.000 porsi bakso beserta mie telur rebus secara cuma-cuma / gratis.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyemarakkan suasana posko di sela-sela kesibukannya. Ia langsung duduk membaur bersama pengunjung lain sambil menikmati sajian buatan panitia. Tokoh nasional ini memuji kelezatan hidangan tersebut di hadapan para relawan.

“Rasanya sangat layak untuk dinikmati, saya merasa cocok dengan rasanya. Perlu ditambah bakmi,” ujar Haedar, komentar santainya seketika memecah suasana menjadi penuh gelak tawa dan keakraban.

Bakti Tulus Tanpa Sekat Organisasi

Tindakan nyata dari para relawan otomatis mematahkan pandangan miring di tengah masyarakat. Selama ini, sebagian pihak kerap membenturkan kedua organisasi seolah mereka saling bermusuhan. Namun, realita di lapangan membuktikan fakta yang sama sekali berbeda.

Petugas melayani setiap tamu tanpa pernah menanyakan afiliasi keanggotaan mereka. Relawan sama sekali tidak memeriksa kartu identitas sebelum menyodorkan mangkuk makanan. Semua pengunjung menerima perlakuan istimewa dan setara dari tuan rumah posko.

Bermodalkan prinsip kemanusiaan, para penjaga tenda memegang teguh komitmen untuk melayani sesama.

“Kami hadir bukan untuk bertanya Anda NU atau Muhammadiyah. Silakan datang sebagai manusia, dan mari pulang membawa persaudaraan,” ungkap salah satu perwakilan relawan Posko Muhammadiyah.

Dukungan Penuh untuk Kesuksesan Saudara

Lebih dari sekadar urusan logistik, Muhammadiyah mendatangi perhelatan akbar ini bukan untuk mencari panggung. Organisasi ini hadir murni sebagai saudara yang ingin memastikan kelancaran tugas saudaranya. Oleh karena itu, pimpinan pusat Muhammadiyah juga turut memantau layanan kesehatan bagi jamaah Nahdliyin.

Berangkat dari semangat persaudaraan tersebut, pucuk pimpinan Muhammadiyah menyampaikan harapan besarnya secara langsung.

“Saya berharap Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan melahirkan keputusan yang membawa maslahat bagi NU, umat, bangsa, bahkan dunia,” tegas Haedar.

Pesan Persatuan dari Jombang

Perbedaan tradisi dan strategi dakwah nyatanya tetap bermuara pada satu tujuan akhir yang mulia. Keduanya sama-sama fokus mengabdi kepada Allah dan melayani kemanusiaan tanpa pamrih. Peristiwa bersejarah di Jombang ini menyuguhkan cinta sejati yang melampaui tebalnya dinding birokrasi.

Momen hangat tersebut sekaligus mengirimkan alarm persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ukhuwah paling indah justru tumbuh subur di tengah perbedaan jalan pemikiran. Sebab, umat beragama tetap bisa merajut kebersamaan meski tidak harus selalu seragam.

(Sumber: https://muhammadiyahsemarangkota.org)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *