oleh

‎Rajaban Akbar Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Bupati Tegaskan Sholat sebagai Landasan Nilai Kehidupan

-Religi-173 Dilihat

Pewarta : JekyEpsa

‎koransinarpagi.online.com, Sumedang  – Dalam peringatan Rajaban Akbar Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya menjadikan sholat sebagai landasan nilai dalam bekerja, bermasyarakat, dan berbangsa.

‎Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Internasional Asy Syifa wal Mahmudiyah, Simpang Kecamatan Pamulihan, Minggu (1/2/2026).

‎Bupati Dony menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj tidak boleh dimaknai hanya sebatas kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus memberi dampak nyata terhadap peningkatan iman, takwa, dan akhlak umat Islam.

‎“Sholat harus mampu membentuk karakter. Nilainya hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor melalui kerja keras dan kejujuran, di pasar dengan berdagang secara jujur, maupun di lingkungan masyarakat dengan saling menghormati,” tegasnya.

‎Ia juga mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Isra Miraj sebagai sarana muhasabah dan introspeksi diri, khususnya dalam meningkatkan kualitas sholat agar lebih khusyuk dan bermakna.

‎”Sholat yang dilaksanakan dengan kesadaran dan pemahaman yang benar akan mencegah perbuatan dosa dan maksiat serta melahirkan pribadi yang amanah dan bertanggung jawab,”ungkapnya.

‎Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Asy Syifa wal Mahmudiyah yang dinilai konsisten dalam membina umat serta menjadi ruang pemersatu berbagai elemen masyarakat.

‎Sementara itu, Pimpinan Ponpes Asy Syifa wal Mahmudiyah, Abuya KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Almanafi, menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, suci, dan membawa keberkahan bagi seluruh alam.

‎Ia mengajak umat Islam untuk mengamalkan ajaran Islam secara kaffah serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan dengan akhlak dan keteladanan.

‎Peringatan Rajaban Akbar Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Bupati Bandung Barat Dadang Supriatna, para ulama, kiai, habaib, unsur TNI-Polri, aparatur pemerintah, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum, dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *