Pewarta : Jeky Epsa
koransinarpagionline.com,Sumedang,-Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Tanmiyah Pasanggrahan Baru, yang berlokasi satu area dengan SMK Pembangunan Indonesia (PI), Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menegaskan bahwa masyarakat sekitar tidak perlu merasa khawatir terhadap pendirian dapur MBG tersebut. Seluruh proses pendirian dipastikan telah melalui perencanaan yang matang dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta kenyamanan warga.
Pengelola Dapur MBG Tanmiyah Pasanggrahan Baru, H. Kamas Komara, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah (YBAMK), menyampaikan bahwa sejak tahap awal pembangunan, dapur MBG telah dirancang secara terukur. Mulai dari penentuan lokasi, sistem operasional, hingga antisipasi dampak yang mungkin timbul bagi lingkungan sekitar.
“Pendirian Dapur MBG ini sudah kami rencanakan dengan matang. Baik dari sisi lokasi bangunan, sistem operasional, maupun sarana dan prasarana pendukung, semuanya kami perhitungkan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan warga,” ujar Kamas Komara saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/01/2026).
Ia menegaskan bahwa bangunan yang digunakan merupakan gedung lama yang sudah tidak difungsikan, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang sebelumnya sempat berlangsung di area tersebut.
Terkait operasional, Kamas memastikan Dapur MBG tidak akan menimbulkan kebisingan. Seluruh kebutuhan listrik dan peralatan telah disesuaikan dengan standar operasional yang aman dan ramah lingkungan.
“Kami sudah menyiapkan daya listrik sebesar 10.600 watt, itu cukup untuk seluruh operasional dapur tanpa perlu menggunakan mesin yang menimbulkan suara bising. Selain itu, untuk aspek keamanan kami juga telah memasang CCTV di 16 titik kamera,” jelasnya.
Mengenai akses jalan, Kamas menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada permasalahan yang muncul. Ia menyebutkan bahwa akses jalan bagi warga telah dialihkan sejak sekitar satu tahun lalu.
“Tidak ada istilah kami menutup jalan warga. Akses jalan sudah dialihkan sejak lama dan sampai sekarang tidak menimbulkan masalah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan limbah dapur MBG telah dipersiapkan secara serius. Pihak pengelola berencana membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar seluruh aktivitas dapur berjalan sesuai prinsip ramah lingkungan.
“Untuk limbah dapur MBG, kami akan menyiapkan IPAL. Jadi warga tidak perlu khawatir dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu kebenarannya. Justru sebaiknya kita bersama-sama mendukung MBG karena manfaatnya akan kembali ke warga sekitar,” ungkap Kamas.
Lebih lanjut, Kamas Komara menegaskan bahwa keberadaan Dapur MBG diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi, pemberdayaan ekonomi, serta pembukaan peluang kerja dan relawan yang diprioritaskan bagi warga sekitar.
“Masyarakat sekitar menjadi prioritas utama, baik dalam keterlibatan relawan maupun tenaga kerja. Kami ingin manfaat MBG ini benar-benar dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Bahkan, pada tahap pembangunan gedung saat ini pun, pihak pengelola telah melibatkan warga lingkungan sebagai tenaga kerja.
“Untuk pekerja bangunan saat ini, kami utamakan warga sekitar, di antaranya dari lingkungan Gunung Gadung, Cilipung, Lebakhuni, dan Cibuah,” tambah Kamas.

Dengan adanya penegasan dan klarifikasi dari pihak pengelola, diharapkan masyarakat tidak lagi diliputi kekhawatiran serta dapat bersama-sama mendukung keberadaan Dapur MBG Tanmiyah Pasanggrahan Baru sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kelurahan Pasanggrahan Baru.****
Pengelola Dapur MBG Tanmiyah Pasanggrahan Baru Tegaskan Warga Tak Perlu Khawatir, Pendirian MBG Direncanakan Matang dan Ramah Lingkungan










Komentar