Pewarta : Tim Liputan
Koran SINAR PAGI,Bandung,- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa SMA Negeri 5 Bandung di Jalan Cihampelas serta memperketat pembinaan dan pengawasan aktivitas pelajar bersama kepolisian (14/3/2026).
Muhammad Farhan meminta aparat berwenang menuntaskan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
“Saya sangat prihatin dan sangat berduka atas wafatnya anak kita ini. Dugaan sementara karena kecelakaan, tetapi tentu harus dipastikan melalui penyelidikan yang tuntas sehingga kita mengetahui penyebab sebenarnya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Farhan.
Farhan mengaku merasakan empati mendalam terhadap keluarga korban karena kehilangan anak di usia remaja menjadi luka berat bagi orang tua.
“Sebagai seorang ayah, kehilangan putra di usia 16 tahun adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Saya ikut merasakan kehilangan yang luar biasa yang dirasakan orang tua korban,” ujar Farhan.
Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah pencegahan dengan meningkatkan pembinaan terhadap pelajar serta memperkuat pengawasan aktivitas remaja di luar jam sekolah.
Farhan menjelaskan pemerintah daerah akan bekerja sama dengan Kepolisian Resor Kota Besar Bandung untuk memantau kelompok pelajar yang sering berkumpul di sejumlah lokasi sekitar sekolah.
Informasi awal menunjukkan adanya beberapa kelompok pelajar yang kerap berkumpul di warung sekitar sekolah dan menamakan diri sebagai kelompok tongkrongan tertentu.
“Dari informasi yang kami dapatkan, ada beberapa kelompok anak-anak SMA yang berkumpul di warung-warung dekat sekolah. Ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,” ujar Farhan.
Farhan menyebut pencegahan tidak dapat dilakukan pemerintah dan kepolisian saja karena sekolah memiliki peran penting dalam pengawasan siswa.
Pemerintah Kota Bandung mengajak para kepala sekolah memperkuat komunikasi serta berbagi informasi mengenai dinamika pergaulan pelajar.
“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak bisa melakukan pencegahan secara maksimal,” ujar Farhan.
Pengawasan terhadap aktivitas pelajar juga akan dilakukan melalui patroli bersama aparat keamanan di sejumlah lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul remaja.
Farhan mengingatkan pengalaman patroli sebelumnya yang menemukan pelajar tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas berkumpul hingga larut malam sambil mengonsumsi minuman beralkohol dan obat keras.
Pemerintah Kota Bandung menilai kondisi tersebut memerlukan penanganan serius agar tidak menimbulkan masalah sosial di kalangan pelajar.
Langkah pembinaan diharapkan mencegah pergaulan berisiko sekaligus menjaga lingkungan pendidikan tetap aman bagi pelajar di Kota Bandung.








Komentar