oleh

‎Pameran Warisan Adiluhung Kujang dan Keris Pasundan Dibuka di Bogor

Pewarta : Steven Gervan

‎koransinarpagionline.com, Sumedang – Upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Nusantara kembali ditegaskan melalui kegiatan “Pameran Warisan Adiluhung Kujang dan Keris Pasundan dari Masa ke Masa” yang resmi dibuka pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Museum Pajajaran, Kota Bogor.

‎Pameran ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Sejarah dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor.

‎Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi publik, tetapi juga sarana penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang permuseuman dan kebudayaan.

‎Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam pernyataannya menegaskan bahwa kujang dan keris bukan sekadar artefak, melainkan warisan pemikiran, nilai, dan identitas bangsa.

‎“Kujang dan keris adalah simbol peradaban, kecerdasan, serta spiritualitas masyarakat Nusantara. Melalui pameran ini, kita ingin menghidupkan kembali kesadaran kolektif bahwa warisan budaya bukan hanya untuk disimpan, tetapi dipahami, dirawat, dan diwariskan lintas generasi,” ujar Fadli Zon.

‎Pameran ini juga mendapat perhatian khusus dari Karaton Sumedang Larang, yang turut menghadirkan pusaka-pusaka adiluhung bernilai sejarah tinggi. Sri Radya Karaton Sumedang Larang, PYM H.R.I Lukman Soemadisoeria, menyampaikan bahwa keikutsertaan Karaton merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga warisan leluhur.

‎“Pusaka-pusaka Karaton Sumedang Larang adalah titipan sejarah dan amanah leluhur. Melalui pameran ini, kami berharap masyarakat dapat memahami makna filosofi, kepemimpinan, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya,” ungkap Sri Radya.

‎Senada dengan itu, Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Rd Luky Djohari Soemawilaga, menekankan pentingnya pameran sebagai jembatan edukasi bagi generasi muda.

‎“Generasi hari ini perlu mengenal akar budayanya secara langsung. Pameran ini bukan hanya melihat benda pusaka, tetapi membaca perjalanan sejarah Pasundan dari masa ke masa,” tuturnya.

‎Adapun pusaka Karaton Sumedang Larang yang dipamerkan dalam kegiatan ini antara lain:

‎- Keris Ki Dukun
‎- Keris Panunggul Naga
‎- Golok Curug Aul
‎- Kujang Naga
‎- Kujang Ciung Padjajaran

‎Melalui pameran ini, diharapkan nilai-nilai luhur budaya Pasundan semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat identitas kebudayaan nasional di tengah arus modernisasi.****

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *