Orang Zalimpun Mengetahui Nabi Muhammad akan Bersikap Adil

Dirangkum oleh: Dwi Arifin (Duta Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat)

Mengetahui asbabun nuzul Al Quran, An-Nur, ayat 48:

 وَاِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ مُّعْرِضُوْنَ ۝

“Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar ia (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka berpaling atau menolak untuk datang”

Dalam suatu Riwayat dikemukakan bahwa apabila seseorang bertengkar dengan seseorang, dan Ia merasa benar, maka Ia akan meminta diadili oleh Nabi Muhammad, karena Ia tahu bahwa Nabi akan mengadilinya dengan hak. Akan tetapi apabila Ia bertengkar dan bermaksud berbuat zalim, Ia akan menolak untuk diadili oleh Rosululloh dan mengajak untuk diadili oleh orang lain.

Ayat tersebut turun berkenaan dengan peristiwa itu, diriwayatkan  oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hasan, tetapi mursal (dalam istilah ilmu hadis, Mursal merujuk pada hadis di mana seorang tabiin (generasi setelah sahabat) meriwayatkan langsung dari Nabi Muhammad SAW, tanpa menyebutkan sahabat perantaranya, sehingga sanadnya terputus)

Hikmahnya: apabila menghadapi masalah yang dinilai perlu diputuskan untuk mencapai keadilan, maka harus memilih seorang yang dinilai dapat bersikap adil.

Sumber: Kitab Asbabun Nuzul Al Quran – Turunnya Surat dan Ayat Al Quran, karya : K. H Q. Shaleh dan H. A. A. Dahlan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *