Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC NU Kecamatan Katapang menyelenggarakan “Ngawayuh” ngaji wayah subuh, setiap hari sabtu di Masjid Besar Katapang. Kajian subuh membahas isi kitab “Adabul Alim wal Muta’allim”, karya Hadrotusyekh KH. Hasyim Asyari. Ustadz Soleh Wakil Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Katapang hadir sebagai penerjemahnya.
Pada isi kitab tersebut, Ustadz Soleh, Wakil Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Katapang menjelaskan tentang pentingnya berbagai upaya agar hubungan antara santri dan gurunya semakin kuat.
“Guru harus mengetahui tentang kondisi santrinya, saat mengaji dan ketika tidak mengaji. Jika ada masalah yang sedang dihadapi, guru harus mampu memberikan solusinya” jelasnya kepada jamaah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama yang istiqomah ngaji subuh (11/10/2025)
Menurutnya hubungan antara guru dan murid yang baik, terbangun ketika guru & murid saling mendo’akan dan ilmu yang diajarkan atau dipelajarinya bermanfaat untuk kehidupannya.
Dalam isi kitab juga dibahas perihal mengajar dan belajar ilmu, pahalanya lebih banyak dari sholat berjamaah.
“Santri itu, walaupun satu. Kalau ngajinya sungguh-sungguh dan ilmunya bermanfaat akan mendatangkan kebaikan Dunia dan Akhirat bagi keduanya (santri dan gurunya)” ucapnya
Ustadz Endang Koswara merespon isi kitabnya dengan menyimpulkan bahwa hubungan antara guru santrinya agar hubungannya semakin kuat harus adanya saling membutuhkan dan saling berupaya melayani. Maka penting bukan hanya peduli tentang kondisi santrinya, tetapi juga keluarganya.










Komentar