Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Koin NU adalah program pengumpulan infak atau donasi dari masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) melalui kotak infak atau platform digital untuk membiayai kegiatan organisasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Seperti fakir miskin, yatim, atau dengan pembangunan fasilitas sosial. Gerakan tersebut bertujuan membangun kemandirian dan kesejahteraan umat melalui semangat bergotong royong, serta pengelolaan dana yang efisien dan transparan, dikelola oleh LAZISNU.
Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama / LAZISNU Kabupaten Bandung, Asep Januarsah menjelaskan Lazisnu di tingkat kecamatan harus mampu membuat inovasi atau akselerasi untuk kemajuan, eksistensi atau produktifitas lembaganya.
“Mulai dari mendata mereka yang diprediksi akan rutin beramal dengan hartanya melalui Lazisnu dan mereka yang akan menerima bantuan dari Lazisnu. Lalu pembuatan rekening dan kotak infak, memadukan sistem digital dan konvensional untuk memfasilitasi atau mengumpulkan dananya” jelasnya saat mengisi bimtek Lazisnu di Kantor MWC NU Katapang (8/10/2025)
Asep Januarsah mengarahkan agar Lazisnu dapat mengelola lembaganya secara profesional, transparan dan amanah. Perlu diingat juga harus ada pemisahan sumber dana umat dari penghimpunan zakat dengan infak dan sodakoh. Karena penyaluran atau calon penerimanya memiliki kriteria yang berbeda, jadi jangan sampai uangnya dicampur.
Ketua LAZISNU Kecamatan Katapang, Endang Koswara mengungkapkan ada satu desa yang telah berhasil menghimpun dana umat sekitar Rp. 8 jutaan melalui program infak sodakoh dari warga NU.
“Rencananya dalam waktu dekat beberapa bulan ke depan akan mentargetkan 14 fakir miskin dan 14 anak yatim untuk menerima bantuan dari LAZISNU Kecamatan Katapang” ucapnya.










Komentar