(Koran SINAR PAGI)-, Sebuah kolaborasi monumental resmi disepakati untuk merevolusi wajah pendidikan vokasi di Indonesia. Tiga garda terdepan asosiasi profesi. Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), Asosiasi Sales Director Indonesia (SDI), dan Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) dengan dukungan penuh dari Universitas Prasetiya Mulya, mengumumkan percepatan program “Profesional Mengajar” (PM) 2026.
Langkah ini menandai babak baru dalam integrasi Link and Match, di mana industri tidak lagi hanya menunggu lulusan, melainkan turun langsung ke ruang kelas untuk membentuk talenta masa depan.
Strategi 100 SMK: Mengapa Agustus Menjadi Momentum Penting?
Dalam pertemuan rekoordinasi yang berlangsung hangat di Jakarta, para pimpinan organisasi sepakat untuk memajukan jadwal pelaksanaan Profesional Mengajar menjadi Agustus hingga September 2026. Transformasi waktu ini didasari oleh kebutuhan untuk menyelaraskan ritme industri dengan kalender akademik sekolah agar transfer keahlian berlangsung lebih intensif.
Dengan target 100 SMK di seluruh penjuru tanah air, program ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi siswa untuk mendapatkan paparan langsung mengenai teknologi sales dan strategi pemasaran terbaru sejak awal tahun ajaran.
Membangun Kompetensi, Menginspirasi Negeri
Dedy Budiman, M.Pd., (Founder SDI, KOMISI & AGMARI) menyampaikan “Visi kami adalah menciptakan keselarasan yang sempurna. Memajukan program PM ke bulan Agustus dan September adalah keputusan strategis agar siswa tidak kehilangan momentum. Kami ingin energi dari praktisi langsung menyatu dengan semangat belajar guru dan siswa di awal semester, menciptakan dampak yang lebih dalam dan berkelanjutan,”ucapnya
Brando Tengdom (Ketua Umum SDI) menjelaskan bahwa di era persaingan global, kompetensi penjualan adalah life skill yang sangat krusial. Melalui Profesional Mengajar, SDI membawa standar industri tertinggi ke sekolah-sekolah. Kami tidak hanya berbagi teori, tetapi juga memberikan kompas bagi siswa untuk menavigasi karier mereka di dunia nyata.
Indra Hadiwidjaja (Ketua Umum KOMISI) sempat mengungkapkan kekuatan kolaborasi ini terletak pada semangat berbagi. Dengan target 100 SMK, kami ingin menyebarkan virus profesionalisme ke ribuan siswa. SDI dan KOMISI hadir untuk memastikan bahwa setiap talenta muda memiliki mentalitas juara dan etika kerja yang kokoh sebelum mereka memasuki pasar tenaga kerja.
Sedangkan perwakilan dari akademisi, Dr. rer. pol. Christiana Yosevina Ratna Tercia (Ko-Provos 1 Universitas Prasetiya Mulya) menyatakan Universitas Prasetiya Mulya berkomitmen mendukung penuh inisiatif yang digagas oleh tiga asosiasi hebat ini. Sinergi ini merupakan bentuk nyata bagaimana akademisi mendukung praktisi untuk memperkuat kualitas pendidikan di tingkat SMK. Harmonisasi ini penting agar setiap materi yang diajarkan tetap relevan dengan standar riset dan kebutuhan pasar masa depan.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan solidnya komitmen antar lembaga:
1. Dedy Budiman, M.Pd – Founder SDI, KOMISI & AGMARI
2. Brando Tengdom – Ketua Umum SDI
3. Hans Harischandra – Sekjend SDI
4. Raymundus Arief – Bidang Partnership SDI
5. Marcellina Bun – Bendahara Umum SDI
6. Indra Hadiwidjaja – Ketua Umum KOMISI
7. Ahmad Madani – Sekjend KOMISI & Co-Founder AGMARI
8. Sekar Tyas Nareswari – Koordinator Vokasi Dikti KOMISI
9. Pebrizanti – Waketum AGMARI
10. Dr. rer. pol. Christiana Yosevina Ratna Tercia – Ko-Provos 1 Universitas Prasetiya Mulya
Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, Profesional Mengajar (PM) adalah inisiatif strategis kolaboratif antara AGMARI, SDI, dan KOMISI, yang didukung oleh Universitas Prasetiya Mulya. Program ini menghadirkan para ahli, direktur, dan praktisi penjualan langsung ke SMK untuk memberikan materi pengajaran praktis, pembekalan industri, dan peningkatan kompetensi bagi guru serta siswa di bidang pemasaran dan manajemen penjualan.








Komentar