oleh

Halal Bihalal Warga Matasiri Jabodetabek 2026: “Perkuat Kerahiman, Satukan Potensi Anak Negeri”

-Ragam-365 Dilihat

Pewarta : Anis M

Koran SINAR PAGI, Jakarta,- Keluarga besar Maningkamu Matasiri se-Jabodetabek menggelar acara Halal Bi Halal dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, bertempat di Buperta Area Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026)

Halal Bi Halal tahun 2026 ini mengangkat tema “Maningkamu Matasiri: Merajut Silaturahmi, Meneguhkan Persatuan Dari Asal Yang Sama”, acara ini tidak hanya dihadiri oleh warga Matasiri, tetapi juga turut hadir perwakilan masyarakat 4 negeri Hatuhaha lainnya, yakni Sahapori-Kailolo, Samasuru-Kabauw, Mandalesi-Rohomoni, dan Haturesi-Hulaliu. Hadir pula gandong dari Lesi Nusa Amalatu-Tiawae, dan Beinusa Amalatu-Tuhaha, yang semakin mempererat ikatan persaudaraan lintas negeri dalam satu rumpun Hatuhaha.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Depok serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Maluku di wilayah Jabodetabek, diantaranya Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM).

Ketua Panitia Halal Bi Halal, Yani M. Hasan Salampessy, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen komunitas Matasiri di Jakarta. Kepanitiaan melibatkan berbagai organisasi, antara lain Kesatuan Masyarakat Adat Matasiri (Kemasama), Yayasan IMAMPU, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelauw (IPPMAP), Marua Matasiri Jakarta (MMJ), Garda Maningkamu Pelauw (GMP), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Matasiri, dan Srikandi Matasiri.

“Ini adalah bentuk nyata kebersamaan kita. Semua organisasi terlibat, menunjukkan bahwa semangat Maningkamu masih hidup dan harus terus kita jaga,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan parodi sejarah Amarima Hatuhaha yang menggambarkan perjalanan panjang masyarakat Hatuhaha, sejak bermukim di Bukit Alaka hingga berpindah ke pesisir utara Pulau Haruku dan terbagi menjadi lima negeri seperti saat ini.

Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Depok yang diwakili Kebid Idwasbang Kesbangpol Kota Depok, Indra Kusuma Cahyadi, S.T., M.H., menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi warga Matasiri dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap silaturahmi ini terus terjaga, dan warga Matasiri dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Kota Depok,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh muda Matasiri, Wahab Talaohu, mengingatkan pentingnya menjaga ikatan kerahiman Maningkamu. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya Matasiri bersatu dan meninggalkan sekat-sekat kelompok.

“Jangan sampai kita mengorbankan generasi Matasiri dengan mewariskan perpecahan. Kita harus bersatu dan menjaga nilai-nilai kerahiman,” tegasnya.

Pesan senada juga disampaikan oleh sesepuh Matasiri Jabodetabek, Abd Rahman Tuakia, menekankan bahwa kekuatan utama Matasiri terletak pada kerahiman, sehingga seluruh warga harus terus menjaga dan mempererat persaudaraan.

Puncak sambutan disampaikan oleh Brigjen TNI (Marinir) Dr. Said Latuconsina yang mewakili Upu Latu Nusa Barakate, Raja Negeri Pelauw. Diawal ucapan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara Halal Bi Halal hingga terselenggara dengan baik. Dalam pesannya menegaskan bahwa Matasiri Hatuhaha bukan sekedar entitas budaya atau wilayah administratif. Matasiri Hatuhaha adalah satu kerahiman, dibungkus dengan nilai adat, tradisi, dan budaya yang diwarisi oleh leluhur, untuk menuntun hidup dalam kekeluargaan, tanggung jawab, dan saling menghormati.

Ia mengajak untuk menjadikan Halal Bi Halal sebagai momentum memperbaiki hubungan, membangun kembali kepercayaan, dan membawa Matasiri, Hatuhaha kearah yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, Latuconsina juga menghimbau seluruh warga Hatuhaha dan gandong untuk mengambil peran sebagai agen perubahan sesuai kapasitas masing-masing untuk mengurangi beban psikologis masyarakat Maluku, terutama terkait persoalan yang mengemuka, mulai dari bayang-bayang konflik komunal, saling mengkritik tajam antar kelompok kepentingan, hingga masalah pengangguran akibat terbatasnya lapangan pekerjaan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Hatuhaha memiliki potensi besar yang harus dikelola bersama, langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain memberdayakan sumber daya manusia, menguatkan jaringan, mengoptimalkan potensi alam di tiap-tiap negeri, serta menyiapkan generasi muda yang unggul baik dari sisi pendidikan, karakter, maupun pemahaman nilai-nilai adat.

Sambutan ditutup dengan sebuah lani penuh makna:
“Mae mae ina, mae mae ama. Mae mae hiti aruhaha. Ihiu lahate lalolo”
Yang mengandung ajakan untuk saling menyayangi dan menjaga persaudaraan diatas segalanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustad Lukman Latuconsina. Diakhiri salam-salaman, ramah tamah, dan hiburan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *