oleh

Brigjen TNI Mar Said Latuconsina Ajak Generasi Muda Kenang Sejarah Perang Alaka, Simbol Keberanian Leluhur

-Ragam-480 Dilihat

Pewarta : Anis.

Koran SINAR PAGI, JAKARTA,-  Ribuan warga Hatuhaha dan Tuhaha se-Jabodetabek berkumpul. Untuk pertama kalinya mereka menggelar Silaturahmi Akbar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Sabtu 6/6/2026.

Acara berlangsung khidmat dan kental nuansa adat.
Tujuannya satu : merawat ikatan persaudaraan warga lima negeri Hatuhaha yang merantau ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.
Prosesi Adat Buka Acara, Nuansa Sakral Terasa
Kegiatan dibuka gelar kain putih melingkar. Prosesi ini mengantar para tokoh dan tamu VIP masuk arena.

Penyambutan berlanjut dengan pengalungan kain dan syal bertuliskan Silaturahmi Akbar Hatuhaha–Tuhaha”. Simbol penghormatan sekaligus pengikat rasa basudara.

Lagu Indonesia Raya menggema.
Setelah itu MC resmi membuka rangkaian Acara.
Ketua Panitia Hendry Noya, S.H., M.H. bersyukur acara berjalan lancar.
Hatuhaha-Tuhaha di perantauan harus terus semangat.
Silaturahmi ini wujud nyata persatuan orang basudara,” tegas Hendry, tokoh muda Haturesi Hulaliu.

Panggung budaya pun hidup. Kelompok Marua Ama Rima tampil membawakan lagu “Eta Putih”. Ada juga pertunjukan seni dan pembacaan Kapata Amarima Hatuhaha, yang membangkitkan cinta pada warisan leluhur.

Pesan Tokoh : Perkuat Kolaborasi di Perantauan
Sambutan berdatangan dari Samasuru Nurdin Karepesina, Umar Ali Lessy, dan Ais Louhenapessy.
Pesan intinya sama : jaga persaudaraan warisan nenek moyang.

Gubernur Maluku lewat Kepala Kantor Penghubung Maluku di DKI Jakarta, Saiful Indra Patta, S.STP, M.Si, mengapresiasi acara ini.
Menurutnya, silaturahmi seperti ini memperkuat identitas budaya Maluku di Ibu Kota.

Puncak Acara, Sejarah Perang Alaka
Momen paling mengharu datang dari tokoh Hatuhaha, Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina,
Ia mengajak generasi muda menggali sejarah Perang Alaka I lawan Portugis dan Perang Alaka II lawan Belanda.
Perang Alaka bukan dongeng masa lalu.
Itu simbol keberanian, persatuan, dan keteguhan Hatuhaha-Tuhaha jaga martabat tanah leluhur,” ucapnya.

Brigjen Said minta 3 hal ke anak muda : pahami sejarah, rawat kebersamaan, peduli bangun kampung halaman.
Ia juga usulkan acara ini jadi agenda tahunan bertepatan peringatan Perang Alaka.

Menjaga Ikatan Hatuhaha” Jadi Penutup yang Mengharukan
Puncak acara adalah prosesi adat Menjaga Ikatan Hatuhaha , Kain putih panjang diikat melingkar ke ketua ormas lima negeri Hatuhaha.

Prosesi dipimpin Latu Nusa yang diwakili Brigjen Said Suasana haru pecah Kain putih itu simbol : persaudaraan tak putus oleh jarak dan waktu.

Acara dihadiri Anggota DPRD DKI Jakarta Ongen Sangadji, perwakilan Pangdam Jaya, Kapolres Jaktim, Kapolres Depok, Letjen TNI (Purn) Suadi Marasabessy, serta tokoh agama, pemuda, dan perempuan.

Ditutup ramah tamah dan hiburan.
Silaturahmi Akbar perdana ini diharapkan jadi fondasi pewarisan sejarah, budaya, dan nilai persatuan untuk generasi Hatuhaha–Tuhaha ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *