oleh

Festival Nobar Persib Majalengka Hadirkan Kemeriahan, Sinergi Komunitas dan Potensi Daerah

-Ragam-10 Dilihat

Pewarta : Euis Niki

Koransinarpagionline.com | Majalengka – Suasana di kawasan Saung Nganteur Kahayang, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, tampak begitu hidup dan penuh semangat pada Jumat (31/7/2026). Komunitas Viking Majalengka sukses menggelar kegiatan Festival Nobar Persib Majalengka, sebuah acara terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan diselenggarakan tanpa memungut biaya partisipasi. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 14.00 WIB, yang kemudian memuncak pada penyelenggaraan nonton bareng pertandingan Persib Bandung melawan Tampines Rovers yang ditayangkan melalui layar videotron besar mulai pukul 19.00 WIB.

Berbeda dengan kegiatan nonton bersama pada umumnya yang hanya berpusat pada pertandingan sepak bola, festival kali ini dirancang dengan rangkaian kegiatan yang lengkap dan beragam. Panitia menyiapkan penampilan dari anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB), peragaan hasil pelatihan Diklat Volleyball Viking, pentas seni tradisional Sunda Rancage, hingga penampilan pemutar musik profesional. Selain itu, masyarakat juga disuguhi festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta kuliner khas daerah, pembagian hadiah utama, berbagai permainan interaktif, hingga penikmatan wisata alam yang dilengkapi spot foto unik dengan hewan domba hias khas Garut.

Penggagas kegiatan yang sekaligus menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi PKS Daerah Pemilihan SMS asal Majalengka, Ir. H. Ateng Sutisna, M.BA., menyampaikan bahwa sepak bola memiliki kekuatan istimewa dalam menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan kalangan. Oleh karena itu, momentum pertandingan Persib dimanfaatkan sebaik mungkin agar manfaat yang dirasakan tidak hanya terbatas pada hiburan semata.

“Melalui Festival Nobar Persib Majalengka ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang layak bagi segenap Bobotoh. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana menonton pertandingan bersama, melainkan juga memberikan kesempatan bagi generasi muda penggiat sepak bola usia dini untuk menampilkan kemampuannya, para seniman lokal memamerkan karya budaya, hingga pelaku UMKM memasarkan produk unggulan buatan mereka,” ungkap Ateng. Ia pun berharap kegiatan ini dapat menjadi teladan nyata bagaimana kolaborasi harmonis antara komunitas, pelaku usaha, pegiat seni, dan masyarakat luas mampu melahirkan aktivitas yang membawa dampak positif bagi kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua Viking Majalengka, Babam Arturahman, menjelaskan konsep kegiatan ini disusun secara berbeda dibandingkan penyelenggaraan nonton bareng yang biasa dijumpai. “Selama ini kegiatan nonton bersama kerap kali hanya dihadiri masyarakat saat pertandingan akan dimulai, dan peserta langsung pulang begitu acara selesai. Pada kesempatan kali ini, kami menghadirkan suasana yang jauh lebih lengkap. Masyarakat dapat berkunjung sejak siang hari, menikmati keindahan alam, mencicipi berbagai hidangan kuliner, menyaksikan pertunjukan seni, dan pada akhirnya bersatu memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan hingga peluit akhir dibunyikan,” ujar Babam dengan penuh semangat.

Lebih lanjut ia menambahkan, festival ini juga berperan sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Majalengka, mulai dari destinasi wisata, kekayaan budaya, hingga produk-produk hasil karya masyarakat setempat. Dengan demikian, selain mempererat kebersamaan dalam mendukung tim kesayangan, kegiatan ini turut berkontribusi dalam mengangkat nama baik daerah serta mendorong kemajuan ekonomi dan kreativitas warga Majalengka.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *