oleh

Eko Firmansyah, S.T., M.Pd: “SMA Nugraha Pertahankan Ciri Khasnya Melestarikan Budaya”

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, SMA Nugraha Kota Bandung yang terletak di Jl. PLN Dalam No.1, Ciseureuh, Kecamatan Regol, Kota Bandung tahun ini berusia 46 tahun. Sejak awal berdiri hingg saat ini, SMA Nugraha konsisten menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang berupaya melestarikan budaya Sunda.

Ketua Yayasan Esa Nugraha Bhakti Bandung, Eko Firmansyah, S.T., M.Pd. menjelaskan berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada momen Hari Lahir ke-46 SMA Nugraha sebagai upaya melestarikan budaya Sunda yang telah ada sejak dahulu yang menjadi ciri khas SMA Nugraha.

“Seperti hari ini menampilkan Tari Jaipong, Sisingaan, Pencak Silat dan Wayang Golek oleh alumni SMA Nugraha” jelasnya kepada media cetak dan online di ruang kantornya, setelah melihat berbagai pentas keseniannya (20/10/2025)

Para siswa saat menonton tayangan Wayang Golek

Menurutnya SMA Nugraha yang berkatagori sekolah menengah ke bawah sejak berdiri berupaya memaksimalkan berbagai potensi dari para siswanya dengan memanfaatkan sarana sekolah yang telah ada. Dengan targetnya, setelah lulus mereka dapat bermanfaat di lingkungannya.

“Lulusan SMA Nugraha telah tersebar ke perguruan tinggi, perusahaan atau wirausaha secara mandiri. Kami berharap semua lulusan dapat memberikan manfaat atau diterima oleh masyarakat dari berbagai segi ilmu, keahlian, karakter yang telah lama dibentuk di sekolahnya”ucapnya

Pada kesempatan tersebut, hadir tokoh Wayang Golek kebanggaan warga Sunda yang diberi nama Cepot. Kepada para pelajar dan guru yang hadir, Cepot menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan budaya asli Sunda, berbahasa Sunda dengan baik saat berkomunikasi dengan yang lebih dewasa atau sesama. Terbiasa untuk mengkonsumsi makanan khas Sunda yang telah ada sejak dulu dan berupaya melawan budaya asing yang dikhawatirkan merusak generasi bangsa.

“Ada 7 F budaya asing” atau tujuh faktor yang diidentifikasi menyerang kondisi moral atau cenderung merusak, khususnya kalangan generasi muda, yaitu Fashion, Food, Film, Free Thinking, Free Sex, dan Friction” ungkapnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *