Pewarta : Tono Efendi
Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya,- Bertempat Di Lapang Tenis Indoor Brigif 13 Galih/GR/1 Kostrad Jl.Siliwangi No 109, Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya, Selasa (13/1/2026) siang, Kasat Intelkam Polres Kota Tasikmalaya AKP Widi Eko Prastyono,S.M. mewakili Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto, S.IK,MH,. memberikan materi tentang bahaya Terorisme/Radikalisme dan Konflik Sosial serta penanggulangannya dalam pendidikan Bela Negara bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas Siliwangi (UNSIL).
Dalam pemaparan materi tersebut, Kasat Intelkam Polres Kota Tasikmalaya AKP Widi Eko Prastyono S.M. menjelaskan tentang bahaya Terorisme, radikalisme dan konflik sosial yang dinilai merupakan ancaman serius bagi keamanan, persatuan dan stabilitas bangsa.
Selain itu, Fanatisme Yang berlebihan juga merupakan akar timbulnya sikap intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Termasuk didalamnya Radikalisme terorisme tidak bersifat lokal, jaringannya menjalar sampai ke luar negeri.
Menurutnya, Pengertian radikalisme yaitu paham atau aliran yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis sedangkan pengertian terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan/ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror/rasa takut secara meluas.
Pada kesempatan tersebut, Widi Eko menerangkan Bahaya radikalisme dan terorisme diantaranya :
1). Merupakan ancaman terhadap keamanan negara dan keselamatan masyarakat.
2). Sumber masuknya ideologi ekstrim.
3). Mendorong intoleransi dan perpecahan sosial.
4). Menimbulkan instabilitas nasional.
Selain itu, Terorisme dan konflik sosial adalah ancaman nyata yang bukan hanya berdampak terhadap fisik, namun juga ideologis dan psikologis.
Bahkan bahaya Radikalisme menyasar generasi muda secara digital.
Oleh karena itu, masih kata Widi Eko, penanggulangannya harus dilakukan secara holistik/menyeluruh dengan memperkuat ketahanan ideologi dan nilai kebangsaan, meningkatkan literasi digital, membangun kolaborasi multipihak, serta mengedepankan dialog damai.
“Inshaa Alloh, dengan langkah ini, infiltrasi paham ekstrem akan dapat di minimalisir guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, selaku penanggung jawab kegiatan adalah KOLONEL INF ROIHAN HIDAYATULLAH, S.Sos., M.Tr (Han). (Komandan Brigif 13/Galuh Rahayu)
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan di akhiri dengan foto bersama.









Komentar