Pewarta : Jeky Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang — Prinsip ekonomi sirkular dapat dimulai dari lingkungan peternakan. Di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Erwin, peternak binaan Balai Ternak BAZNAS, menerapkan kebiasaan memilah kotoran hewan dan sisa pakan untuk menjaga kebersihan kandang sekaligus memanfaatkan kembali limbah yang dihasilkan.
Kegiatan yang dilakukan secara rutin itu menghasilkan satu karung kotoran hewan berkualitas yang siap digunakan sebagai pupuk organik untuk budidaya cabai rawit.
Praktik ini menjadi gambaran sederhana bagaimana limbah dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi. Kotoran hewan yang sebelumnya hanya menjadi sisa aktivitas peternakan, setelah dikumpulkan dan dikelola dengan baik, dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanaman.
“Kalau kandang dibersihkan secara rutin dan kotoran ternak dipisahkan dari sisa pakan, hasilnya lebih mudah dimanfaatkan. Kami ingin apa yang tersedia di lingkungan peternakan bisa memberikan manfaat kembali, salah satunya untuk tanaman cabai rawit,” ungkap Erwin, Rabu (28/10).
Pemanfaatan pupuk organik dari limbah ternak juga membuka peluang bagi peternak untuk menghubungkan kegiatan beternak dengan budidaya pertanian. Pola ini memungkinkan sumber daya yang tersedia dimanfaatkan secara lebih optimal, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.
Meski demikian, penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk tetap perlu memperhatikan proses pengolahan dan kematangannya agar aman serta sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Dukungan BAZNAS terhadap peternak binaan menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan usaha yang tidak hanya produktif, tetapi juga memperhatikan aspek kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Dari kandang menuju lahan pertanian, langkah Erwin menunjukkan bahwa prinsip ramah lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi rumit. Kebiasaan memilah, membersihkan, dan memanfaatkan kembali limbah dapat menjadi awal terciptanya sistem usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi peternak.








Komentar