oleh

Bandung Masuk kota Termacet,Pemkot siapkan 8 Flyover Baru

-Ragam-72 Dilihat

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI,Bandung,- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons terkait data yang menempatkan urutan Bandung sebagai kota paling macet nomor satu di Indonesia. Sementara di dunia, Bandung masuk daftar kota termacet pada perangkat ke-16. Data tersebut dirilis TomTom Traffic Index 2025 dari hasil survei yang dilakukan platform penganalisis tingkat kemacetan di ratusan kota di dunia itu berdasarkan data waktu tempuh dan lokasi kendaraan secara real-time alias floating car data (FCD) dari sistem navigasi GPS.

Sejumlah solusi mengatasi kemacetan parah di Kota Bandung Farhan sampaikan, setelah pihaknya mengetahui data Tom Tom Traffic Index 2025 yang dirilis Rabu, 21 Januari 2026. Ia mengakui penanganan kemacetan hingga kini masih belum selesai.

“Jadi memang Tom Tom itu mengeluarkan lagi survei ya, katanya kita masih kota paling macet. Saya kira itu merupakan sebuah tantangan untuk kita menunjukkan bahwa penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung ini masih memang belum tuntas,” ujar Farhan di Cipaganti, Kota Bandung, Jumat 23 Januari 2026.

Sebagai bagian dari tahap penyelesaian masalah macet, Farhan memaparkan ada berbagai langkah yang tengah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung khususnya terkait percepatan pembenahan infrastruktur dan transportasi publik.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah, satu, memperbaiki semua infrastruktur jalan, dan kedua juga akan memperbaiki sistem traffic lights. Nah, sistem traffic lights atau ATCS ini, Automatic Traffic Control System, itu akan disempurnakan dan diperbaiki,” katanya. Terkait sistem traffic light, Farhan menekankan bahwa Kota Bandung sudah saatnya untuk segera mengaplikasikan teknologi AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) untuk pengaturan lampu lalu lintas di seluruh persimpangan ruas jalan. Solusi lainnya yang Farhan sampaikan adalah menyiapkan transportasi massal untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang juga menjadi pemicu kemacetan di jalanan. Ia menyebut Pemkot Bandung akan membenahi tata kelola angkutan umum dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Pusat. “Kalau kendaraan massal kami kan gini, besok kalau nggak hari Minggu, hari Senin saya lupa, itu akan ada program juga di Dishub Jawa Barat untuk Trans Metro Pajajaran,” ucap Farhan.

HOME BANDUNG RAYA Bandung Jadi Kota Termacet di Indonesia, Farhan Tempuh Berbagai Solusi Termasuk Bangun 8 Flyover Baru PRFM News – 25 Jan 2026, 15:30 WIB Penulis: Agung Tri Nurcahyo Editor: Rian Firmansyah Ilustrasi macet di Kota Bandung. /prfmnews/ BANDUNG, PRFMNEWS – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons terkait data yang menempatkan urutan Bandung sebagai kota paling macet nomor satu di Indonesia. Sementara di dunia, Bandung masuk daftar kota termacet pada perangkat ke-16. Data tersebut dirilis TomTom Traffic Index 2025 dari hasil survei yang dilakukan platform penganalisis tingkat kemacetan di ratusan kota di dunia itu berdasarkan data waktu tempuh dan lokasi kendaraan secara real-time alias floating car data (FCD) dari sistem navigasi GPS. Sejumlah solusi mengatasi kemacetan parah di Kota Bandung Farhan sampaikan, setelah pihaknya mengetahui data Tom Tom Traffic Index 2025 yang dirilis Rabu, 21 Januari 2026. Ia mengakui penanganan kemacetan hingga kini masih belum selesai. “Jadi memang Tom Tom itu mengeluarkan lagi survei ya, katanya kita masih kota paling macet. Saya kira itu merupakan sebuah tantangan untuk kita menunjukkan bahwa penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung ini masih memang belum tuntas,” ujar Farhan di Cipaganti, Kota Bandung, Jumat 23 Januari 2026. Baca Juga: 2 Petugas Jadi Korban Kecelakaan KA Menoreh, KAI: Mari Jaga Nyawa, Patuhi Aturan di Perlintasan Sebidang Sebagai bagian dari tahap penyelesaian masalah macet, Farhan memaparkan ada berbagai langkah yang tengah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung khususnya terkait percepatan pembenahan infrastruktur dan transportasi publik. “Hal pertama yang kami lakukan adalah, satu, memperbaiki semua infrastruktur jalan, dan kedua juga akan memperbaiki sistem traffic lights. Nah, sistem traffic lights atau ATCS ini, Automatic Traffic Control System, itu akan disempurnakan dan diperbaiki,” katanya. Terkait sistem traffic light, Farhan menekankan bahwa Kota Bandung sudah saatnya untuk segera mengaplikasikan teknologi AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) untuk pengaturan lampu lalu lintas di seluruh persimpangan ruas jalan. Solusi lainnya yang Farhan sampaikan adalah menyiapkan transportasi massal untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang juga menjadi pemicu kemacetan di jalanan. Ia menyebut Pemkot Bandung akan membenahi tata kelola angkutan umum dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Pusat. “Kalau kendaraan massal kami kan gini, besok kalau nggak hari Minggu, hari Senin saya lupa, itu akan ada program juga di Dishub Jawa Barat untuk Trans Metro Pajajaran,” ucap Farhan. Baca Juga: Dukung Ajakan UAS untuk Makmurkan Masjid Raya Bandung, Farhan: Kita Laksanakan Bersama Selanjutnya, Pemkot Bandung bakal melakukan review ulang terhadap angkot dan trayek angkot yang akan diubah menjadi layanan feeder atau angkutan pengumpan. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung hadirnya Bus Rapid Transit (BRT). Strategi penanganan kemacetan berikutnya yang dirancang, lanjut Farhan, yaitu berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) terkait tindak lanjut pembangunan proyek (Light Rail Transit) LRT Bandung Raya. Farhan menambahkan, Pemkot Bandung juga sedang membahas bersama Pemerintah Pusat terkait peluang pembangunan infrastruktur jalan termasuk menambah lebih banyak flyover atau jalan layang sesuai jumlah ideal yang diharapkan. “Kami juga sedang membahas tentang dua hal, yaitu kemungkinan kami membangun lebih banyak jalan layang. Terutama yang di atas tanah sebidang rel kereta api, itu kita butuh delapan lagi,” ungkap dia.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dirilis TomTom Traffic Index pada Rabu 21 Januari 2026, Bandung masuk daftar kota paling macet ke 16 di dunia, dan nomor 1 di Indonesia pada tahun 2025. Kepadatan lalu lintas di Kota Bandung dinilai paling parah di­bandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia yang sama-sama masuk dalam peringkat 100 besar secara global, seperti Jakarta, Medan, dan Palembang. Berdasarkan data yang dirilis TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan di Kota Bandung mencapai 64,1 persen atau meningkat 0,9% dibandingkan tahun 2024. Pada 2025, jarak tempuh rata-rata dalam waktu 15 menit di Kota Bandung ialah sejauh 4,6 kilometer (km). Sehingga untuk menempuh jarak 10 km, para pengendara membutuhkan waktu rata-rata 32 menit 26 detik, bahkan kecepatan pada jam sibuk hanya 16,3 km per jam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *