oleh

34 Tahun Kiprah ASN Jabar, Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., dalam Bidang Pendidikan

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Mulai tanggal 1 Juli 2026, Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., Analis Kebijakan Ahli Muda yang akrab dipanggil Yuyun di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat resmi purna tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sangat bersyukur luar biasa, Alhamdulillah ternyata dimudahkan untuk menyelesaikan tugas sebagai PNS. Dengan ujungnya selamat dan rasa bahagia mencapai masa purna bakti. Jika dihitung, sekitar 34 tahun 4 bulan selama ini telah mengabdi sebagai ASN / PNS di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya saat wawancara bersama Koran SINAR PAGI sambil mengenang masa awal dan akhir sebagai PNS.

Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., menceritakan awal karirnya setelah lulus Sarjana program beasiswa ikatan dinas, langsung ditempatkan CPNS di Kanwil Depdikbud Jabar, Bidang Kepengawaian.

“Kuliah S1 Pendidikan Matematika dari IKIP Bandung tahun 1991. S2 nya Manajemen Pendidikan di Uninus 2002, fokus Pendidikan Makro untuk melihat pendidikan yang lebih luas dari atas atau mata elangnya, alhamdulillah mencapai nilai yang terbaik dan S3 di Unpad Kajian Budaya Pengelolaan Pendidikan lulus tahun 2017 dengan nilai sempurna,” katanya

Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., Analis Kebijakan di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat saat wawancara khusus bersama Koran SINAR PAGI di SMKN 1 Bandung

Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., sejak menjadi PNS, dirinya berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, kualifikasi pendidikan, relevansi kompetensi untuk apa yang dikerjakan sebagai PNS dibidang pendidikan agar semakin berkualitas.

Perihal pendidikan sebagai gerbang utama pembangunan bangsa. Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., selalu mengingat bahkan menyampaikan kepada para pendidik ungkapan dari Imam Ghozali, bahwa guru adalah mahluk paling mulia. Sebab merekalah yang paling mengetahui, terus mengajarkan dan mengamalkan ilmunya. Guru adalah profesi yang melahirkan  profesi lainnya.

Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., menyimpulkan selama menjadi PNS, ada banyak hal yang telah diraih. Mulai dari Satya Lencana 30 tahun. Kalau untuk Diklat Nasional atau Provinsi sering masuk prestasi katagori peserta terbaik. Sempat menjadi pemain bulu tangkis putri dari Dinas Pendidikan yang berkali-kali mendapatkan juara ke II.

Serta menjadi Fasilitator Nasional untuk Sekolah Model, Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah Berbasis Pendidikan Keunggulan Lokal. Menjadi editor buku sebelum dipakai panduan oleh sekolah-sekolah. Mulai dari buku panduan Gerakan 7 Harkat (Hari Berkarakter) untuk di kota Bandung dan Cimahi, modul anti narkoba hingga tentang perpajakan. Dan ikut serta berkontribusi untuk Grand Design Dinas Pendidikan Tahun 2018-2023.

Menurutnya, semua keberhasilan itu, harus dimulai dan dikelola dengan manajemen yang tepat. Diawali dengan niat atau tujuan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Serta Ikhlas, Sabar dan selalu memegang nasihat orang tua. Insya Alloh ada jalannya untuk dimudahkan.

“Semoga dapat diterima dan menjadi manfaat, tentang apa yang selama ini diusahakan untuk warga pendidikan di Jabar atau khususnya di cabang dinas wilayah VII,” ungkapnya

Setelah resmi purna tugas, sudah ada beberapa perguruan tinggi yang meminta saya untuk menjadi dosen di kampusnya. Karena berbagai pengalaman, prestasi dan gelar akademiknya, dinilai dibutuhkan untuk kemajuan perguruan tingginya.

Namu ada hal lain juga yang akan dijalankan yaitu mengembangkan lembaga pendidikan yang telah dibangun oleh lingkungan keluarganya. Bengkel Mobil Lazuardi Autocare yang telah dirintis sejak tahun 2015 dan dikelola oleh anaknya. Menyelesaikan penulisan buku-buku menajemen sekolah efektif yang sekarang baru 60%, serta turunan dari disertasi tentang kewirausahaan menjadi beberapa buku dan hakekat dari pendidikan atau filosofinya. Serta tak lupa, merutinkan olahraga atau hobi untuk kesehatan diri.

“Intinya setelah purna bakti, bukan berhenti aktifitas atau produktifitasnya, tetapi memulai aktifitas lainnya yang berbeda dan tetap bermanfaat. Alhamdulillah, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala masih memberi bekal kesehatan untuk mengisi hari-hari selanjutnya. Sedikit demi sedikit fokus manghafal Al Quran, syukur-syukur pada akhir hayat itu sedang dalam usaha menghafal Al Quran,” harapnya akademisi yang berkiprah di birokrasi dan aktif pengajian di kantor Pusat Persatuan Islam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *