(Koran SINAR PAGI)-, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Bidang Pemasaran Digital Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah ajang kompetisi talenta tahunan tertinggi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mengacu pada standar dunia WorldSkills Occupational Standards (WSOS), perhelatan ini berfungsi sebagai indikator validasi mutu pendidikan vokasi daerah sekaligus jembatan Link and Match dengan industri ritel modern. Di tahun 2026, kompetisi difokuskan pada penguasaan strategi Omnichannel Marketing yang mengintegrasikan kecakapan interpersonal luring, kreativitas live commerce daring, serta ketajaman analisis data digital guna mencetak lulusan berkarakter luhur yang siap memimpin pasar ekonomi kreatif nasional.
Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Pemasaran Digital (Digital Marketing) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 secara resmi menetapkan kiblat baru bagi ekosistem Link and Match pendidikan vokasi daerah. Kompetisi tahun ini berhasil membedah kesiapan talenta muda dengan mengadopsi penuh konsep Omnichannel Marketing, sebuah strategi integrasi penjualan yang mengawinkan kekuatan interaksi luring (offline) dan digital daring (online).
Sebanyak 13 peserta terbaik yang mewakili seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertanding ketat memperebutkan tiket tunggal menuju LKS Tingkat Nasional. Proyek uji yang diterapkan mengacu pada standar internasional WorldSkills Occupational Standards (WSOS) untuk Retail Sales, yang kemudian diselaraskan secara presisi dengan kebutuhan nyata industri otomotif roda dua lokal.
Kompetisi yang berlangsung secara dinamis ini membagi pengujian ke dalam dua klaster modul utama. Pada hari pertama yang bertempat di SMK PGRI Pangkalpinang, fokus diarahkan pada penyelarasan kompetensi wilayah untuk Komunikasi dan Layanan Pelanggan secara luring. Melalui simulasi langsung (roleplay), peserta dituntut menguasai SOP Hospitality Dealer Resmi Yamaha, strategi Up Selling dari unit entry-level ke unit premium seperti Yamaha Filano, penanganan keberatan konsumen (Handling Objection) berbasis data teknologi mesin YECVT “Turbo”, hingga edukasi aplikasi My Yamaha.
Pada hari kedua yang dilaksanakan langsung di Sentral Yamaha Bangka, Jl. Mitro, para kompetitor ditantang masuk ke dalam ekosistem Penjualan dan Layanan Digital secara daring. Ujian ini memaksa peserta mengunci perhatian penonton melalui platform TikTok Live menggunakan unit peraga motor fisik (Yamaha Fazzio, Filano, dan Gear Ultima). Kompetensi digital ini dinilai komprehensif karena menggabungkan teknik penulisan Copywriting AIDA, kekuatan kalimat Power Hook 30 detik pertama siaran, kedalaman ulasan produk, hingga ketajaman membaca grafik analitik data lalu lintas (traffic source) pasca-siaran langsung.
Ahmad Madani, Praktisi Pemasaran sekaligus Juri LKS Pemasaran Digital Tingkat Nasional 2026 yang mengawal jalannya standardisasi kompetisi di Bangka Belitung, memberikan catatan penting mengenai arah baru pendidikan vokasi ini.
“LKS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 ini bukan lagi sekadar ajang simulasi internal sekolah, melainkan sudah menjelma sebagai miniatur ekosistem industri komersial yang sesungguhnya. Penggabungan ujian offline roleplay otomotif dengan online live commerce TikTok adalah implementasi nyata dari strategi Omnichannel Marketing. Langkah transparan ini melahirkan talenta adaptif berkarakter luhur yang tidak hanya fasih mengoperasikan ekosistem digital, tetapi memiliki kedalaman adab humanis yang kuat. Lulusan SMK Pemasaran terbukti siap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif digital bangsa yang tangguh dan bermartabat,” tegas Ahmad Madani.







Komentar