oleh

Lulusan ke-47 SMA Nugraha Menyebar ke Perguran Tinggi, Dunia Kerja dan Wirausaha

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Acara kelulusan dan perpisahan siswa kelas 12 SMA Nugraha Kota Bandung menjadi momen yang menggembirakan, ketika berhasil menamatkan jenjang pendidikannya selama 3 tahun. Namun juga jadi momen yang mengharukan, ketika berbagai pengalaman di bangku sekolah berseragam abu-abu, semua akan menjadi kenangan.

Wakasek Kesiswaan SMA Nugraha, Ai Erawati, S.Pd., menjelaskan kegiatan acara perpisahan tahun ini sesuai dengan arahan dari Gubernur Jabar untuk melaksanakan kegiatan yang sederhana atau tidak menjadi beban orang tua.

“Tahun ini ada 3 kelas atau 102 alumni untuk angkatan ke 47. Para siswa iuruan biaya acaranya, hanya Rp50 ribu untuk makan dan simbolis mendali kelulusan. Semua isi kegiatannya, dibuat berkesan dan berakhir dengan indah. Sebab pepisahan ini bukan akhir segalanya, tetapi awal meraih masa depan yang lebih cerah di masyarakat dengan potensi yang ada dalam diri,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI, setelah acara tersebut yang berlangsung di lapang SMA Nugraha pada rabu, 13 mei 2026.

Menurutnya, khusus mereka yang memiliki Kartu Indonesia Pintar, pihak sekolah membina dan mengarahkan para alumninya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya melalui program beasiswa tersebut.

“Kalau berdasarkan data keminatan alumni, mereka kebanyakan memilih melanjutkan bekerja, serta selebihnya berniat berwirausaha,”ucapnya

Untuk penelusuran karir atau kiprah lulusannya ke depan, ada Ikatan Alumni yang telah dibentuk sebagai forum silahturahmi dan berbagi pengalaman setelah memasuki lingkungan barunya masing-masing.

Ai Erawati, S.Pd., menceritakan dari mengamati tentang keminatan para pelajar generasi saat ini dalam bidang kewirausahaan, setelah pelaksanaan Projek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pihak sekolah di tahun depan berencana membentuk ektrakulikulier baru untuk mengembangkan keterampilan Kewirausahaan para siswanya.

Siti Nur Ameliana, sebagai alumni menyatakan hal paling berkesan di masa masa sekolah ialah memiliki teman yang saling bantu atau mendukung untuk meraih apa yang diharapkan atau hal terbaik. Hari-hari bersama mereka itu merupakan pengalaman yang istimewa.

“Kalau pengalaman belajar di kelas, kadang degdegan atau enjoy aja, tergantung gurunya,”katanya pelajar yang menetap di panti Yayasan lingkungan sekolahnya, yang rutin ngaji di waktu subuh dan magrib.

Setelah lulus, dan diterima pada jalur prestasi rapot SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Negeri) perguruan tinggi di bawah Kementrian Agama. Siti Nur Ameliana akan kuliah jurusan Hukum Ekonomi Syariah Mumalah, di UIN Sunan Gunung Djati.

Sedangkan 3 teman se pantinya, lulus jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) untuk perguran tinggi yang di bawah Kemendiktisaintek. Dari 7 orang di panti, yang niat kuliah 4 pelajar yang 3 tidak minat kuliah. Mereka yang kuliah akan masuk ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, dan Universitas Siliwangi Tasikmalaya jalur beasiswa.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para guru yang selama 3 tahun ini, mendidik kami. Serta mohon maaf, jika ada tingkah laku yang tidak baik selama di sekolah. Doakan untuk kebaikan kami di masa depan, menjadi pribadi yang baik, jujur, bermanfaat dan meraih apa yang diharapkan,” ungkapnya siswa Peraih juara nasional ke III / Perunggu di Olimpiade Sains Nasional tahunan dari Kemendikdasmen.

Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, acara perpisahaan berlangsung sederhana dengan pesan khusus dari kepala sekolah kepada para alumninya. Berbagai penampilan kesenian sunda, dance, music band dan momen foto bersama. Sedikit tetesan air mata para siswa menjadi hal yang membuat hari perpisahan itu terasa semakin penuh makna dan membekas lebih lama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *