Sekolah Perempuan Indonesia Berikan Kado Cinta: Apresiasi Bagi 10 Guru Perempuan Inspiratif 2026

(Koran SINAR PAGI)-, Sekolah Perempuan Indonesia adalah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui literasi, pendidikan karakter, dan kolaborasi ekonomi untuk menciptakan perempuan-perempuan yang berdampak bagi lingkungan dan bangsa. Beralamat di Jl-PLN Dalam I No. 1/203D, Moh. Toha, Bandung, Jawa Barat.

Mengambil momentum Hari Kartini, komunitas Sekolah Perempuan Indonesia (SPI) kembali menggerakkan roda organisasinya melalui aksi nyata bagi dunia pendidikan. Bertajuk “Kado Cinta Kartini dari Sekolah Perempuan”, SPI secara resmi memberikan penghargaan kepada 10 guru perempuan terpilih dalam agenda Apresiasi Guru Inspiratif 2026 yang berlangsung di Bandung, Selasa (21/4).

​Direktur Sekolah Perempuan Indonesia, Kartikowati Djoharijah, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berawal dari niat sederhana untuk mendistribusikan donasi bagi guru-guru yang berdedikasi di jalur literasi.
​“Qadarullah, niat tersebut tumbuh menjadi agenda besar dalam waktu kurang dari satu bulan. Dari sekitar 60 pendaftar, kami memilih 10 guru yang berdedikasi tinggi dan menginspirasi . Perlu kami tegaskan bahwa ini bukan kompetisi, melainkan murni bentuk penghargaan atas ketulusan mereka mengabdi sebagai Kartini masa kini,” ujar Kartikowati.

​Acara ini tidak hanya menjadi seremoni pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan titik awal kolaborasi lintas sektor. Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti Ibu Fifie Raharja (Bank Sampah Bersinar) dan Ibu Indari Mastuti (Founder Indscript Creative & Sekolah Perempuan) turut memperkuat energi pergerakan ini.

​Sinergi lintas instansi dan komunitas turut menyukseskan gelaran ini, di antaranya dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Kadin Jawa Barat, Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), DPD Iwapi Jawa Barat, hingga berbagai unit usaha kreatif seperti Ciomy, Sarae Bakery, Bunga Herasri dan Gian Mandiri.

​Melalui apresiasi ini, SPI berharap semangat para guru perempuan dalam “menenun literasi” dapat terus bersinar dan menginspirasi masyarakat luas. “Mari kita terus melangkah bersama, saling menguatkan untuk menjadi cahaya bagi peradaban,” tutup Kartikowati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *